PBNU Beber Kiai NU Kecawa Fachrul Razi Menag, Ini Alasannya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi sudah resmi dilantik sebagai Menteri Agama (Menag) yang baru. Penunjukan Presiden Joko Widodo kepada mantan Wakil Panglima ABRI ini membuat banyak kiai dari Nahdlatul Ulama (NU) kecewa. Alasannya, mengapa kementerian agama harus dipimpin oleh mantan militer.

Ketua PBNU, Robikin Emhas mengungkapkan, pengurus PBNU banyak menerima pertanyaan dari kiai terkait posisi Menag. Menurutnya, kiai dari berbagai daerah menyatakan kekecewaannya dengan nada protes. Robikin menyatakan, para kiai paham Kementerian Agama harus berada di garda depan dalam mengatasi radikalisme berbasis agama. “Namun, para kiai tak habis mengerti dengan pilihan yang ada,” imbuhnya.

Para kiai, lanjutnya sudah lama merisaukan fenomena terjadinya pendangkalan pemahaman agama. Hal yang ditandai merebaknya sikap intoleran. Bahkan sikap ekstrem dengan mengatasnamakan agama. “Semua di luar kelompoknya dianggap kafir dan halal darahnya. Teror adalah ujung pemahaman keagamaan yang keliru seperti ini,” papar Robikin.

NU, kata Robikin, tegas mengingatkan bahaya radikalisme tersebut. Bahkan NU menyatakan Indonesia sudah kategori darurat radikalisme, di samping narkoba dan LGBT.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menilai kabinet Indonesia Maju sejalan dengan visi Muhammadiyah. “Namanya bagus. Kalau Muhammadiyah kan Indonesia Berkemajuan. Jadi sejalan dengan Muhammadiyah,” kata Haedar, Rabu (23/10).

Kemajuan Indonesia, kata Haedar, harus lahir batin bukan hanya maju dalam satu aspek. “Apalagi ini periode kedua tentu Pak Jokowi harus menutupi kekurangan dan celah-celahnya. Sehingga kemajuan Indonesia makin terakselerasi,” kata Haedar.

Akselerasi itu, memang diperlukan karena Indonesia juga harus bersaing dengan negara-negara lain. Meski demikian, dia mengatakan pemerintah, pejabat, maupun rakyat jangan sampai terbuai oleh hal-hal yang sifatnya artifisial. “Artifisial itu kelihatannya bagus, indah, hebat. Tetapi hanya pinggiran atau hanya kembang-kembang saja. Kelihatannya para pejabat sibuk ke sana ke mari ketemu rakyat, tetapi ketemunya tidak membawa kemajuan,” paparnya.

Terpisah, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan dirinya lahir dan dibesarkan di wilayah yang ajaran Islamnya ketat. Menurutnya, jabatan menteri agama yang diemban saat ini bukan hanya untuk agama tertentu.

“Pak Fachrul menteri agama iya. Tetapi, saya bukan Menteri Agama Islam. Saya Menteri Agama Republik Indonesia. Di dalamnya ada agama-agama lain. Tapi saya gunakan pendekatan Islam. Karena Islam adalah agama yang dipeluk oleh mayoritas rakyat Indonesia,” ujar Fachrul Razi di Kantor Kemenag, Jakarta, Rabu (23/10).

Dia mengakui bukan lulusan pondok pesantren maupun sekolah agama. Namun, wilayahnya yang ketat dengan Islam, membentuk pribadinya sebagai sosok yang disiplin. Apalagi setelah masuk akademi militer, Fachrul tergabung dalam kelompok yang membina taruna Islam Salah satunya mengajarkan membaca Alquran.

Fachrul merupakan alumni Akademi Militer angkatan 1970. Dia merupakan pensiunan jenderal pertama yang memimpin Kementerian Agama pasca reformasi. Sebelumnya, di masa Orde Baru, ada dua mantan perwira tinggi TNI yang jadi menteri agama. Mereka adalah Letnan Jenderal (Purn) Alamsyah Ratu Perwiranegara dan Laksamana Muda (Purn) Tarmizi Taher. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...