Penunjukan ST Burhanuddin Berbau Politik, MAKI Ragukan Jaksa Agung Berantas Korupsi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo menunjuk ST Burhanuddin menjadi Jaksa Agung RI yang baru. Penunjukan mantan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) disesali sejumlah pihak. Pasalnya diduga penunjukan tersebut tak lepas dari unsur politik.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengatakan, ST Burhanuddin adalah mantan Jamdatun RI tahun 2012. “Saya menduga pilihan kepada Burhanuddin sebagai Jaksa Agung karena faktor kedekatan dengan tokoh atau pengurus partai. Yaitu adik dari TB Hasanudin (Anggota DPR RI dari PDIP, Red),” kata Boyamin di Jakarta, Rabu (23/10).

Dia menyayangkan pilihan Jokowi terhadap Burhanuddin berbau politik. Hal ini mengulang kembali pemilihan Jaksa Agung periode sebelumnya HM Parestyo dari Partai Nasdem. “Diakui atau tidak, Kejagung periode sebelumnya kental kepentingan politik. Sehingga tidak mandiri dalam penegakan hukum. Termasuk pemberantasan korupsi,” jelasnya.

Dia meragukan Jaksa Agung baru akan mampu menegakkan hukum secara mandiri dan terlepas dari kepentingan politik. Kejagung dinilai tidak akan ada gebrakan pemberantasan korupsi yang spektakuler. Kejagung akan lebih cenderung pada penanganan korupsi dengan mekanisme penyelesaian administrasi dengan pola APIP ( Aparat Pengawasan Internal Pemerintah = Inspektorat ). Di mana yang dikedepankan adalah proses pengembalian kerugian negara dan mengesampingkan proses hukum pidana. “Korupsi tidak akan menurun karena prosesnya tidak menimbulkan efek jera,” ucap Boyamin.

Namun, dia tetap memberikan kesempatan kepada Jaksa Agung yang baru untuk bekerja. Boyamin ingin melihat apakah Jaksa Agung mampu menjawab tantangan pemberantasan korupsi dan mampu menaikkan indek persepsi menjadi di atas 4. “MAKI selalu akan mengajukan gugatan Praperadilan perkara korupsi yang mangkrak di Kejagung. Kami akan tambah rajin gugat praperadilan jika Jaksa Agung baru melempem dalam pemberantasan korupsi. Harapannya segera diganti dengan Jaksa Agung yang lebih progresif dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi,” tutupnya.

Dikonfirmasi soal pengangkatannya sebagai Jaksa Agung dinilai politis, ST Burhanuddin terkesan santai. Dia menegaskan akan menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional. “Kami profesional, tidak ada saudara. Karena, saya sudah diperintahkan oleh presiden,” tegas Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (23/10).

Menurutnya, dirinya bukan orang politik maupun parpol. Sehingga tidak perlu diragukan soal profesionalitasnya dalam menjalankan tugas sebagai Jaksa Agung. “Saya bukan orang partai. Bagi saya nggak ada masalah, profesional saja,” ucapnya.

Disinggung soal gebrakan pertama sebagai Jaksa Agung, Burhanuddin mengaku akan mulai bekerja dengan melakukan pemetaan internal Kejaksaan terlebih dahulu. Ini dilakukan sebelum masuk kepada penanganan perkara korupsi. “Pemetaan dulu. Kan saya sudah lama saya nggak tahu apa yang ada di Kejagung. Sudah 4 tahun lebih pensiun,” tutupnya.

Seperti diketahui, ST Burhannudin pernah menjabat sebagai Jamdatun sejak 11 April 2011. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan selama setahun. Jaksa yang lahir di Cirebon 17 Juli 1954 mengawali karir di kejaksaan dengan mengikuti pembentukan jaksa pada tahun 1991.

Pada tahun 1999, dia menjabat sebagai Kajari Bangko Jambi,Aspidum Kejati Jambi,Aspidsus Kejati NAD,Kajari Cilacap, Asisten Pengawasan Kejati Jawa Barat dan Wakajati NAD. Kemudian pada tahun 2007, Burhanuddin mendapat promosi menjadi Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Jampidsus.

Selanjutnya, menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara pada tahun 2008. Dia juga pernah menjadi Kajati Maluku Utara. Kemudian tahun 2009, kembali lagi ke kejaksaan Agung dengan jabatan sebagai Inspektur V Jaksa Agung Muda Pengawasan. Pada Tahun 2010, Burhannudin mendapat promosi sebagai Kajati Sulawesi Selatan. Prestasi yang dicapai antara lain Satya Lancana Karya Satya XX dari Presiden RI Tahun 2007. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...