SYL Asa Kaum Tani

Kamis, 24 Oktober 2019 22:31
Belum ada gambar

Syamsuddin Rajab

Oleh: Syamsuddin Radjab(Direktur Eksekutif Jenggala Center dan Dosen HTN UIN Alauddin Makassar)

Syahrul Yasin Limpo (SYL) baru saja dilantik Presiden Jokowi sebagai menteri pertanian masa 2019-2024. Ia menggantikan Amran Sulaiman yang tersingkir dari kabinet jilid II Jokowi-Maruf.

SYL boleh dikatakan DNA-nya adalah pamong/birokrat tulen, sedari level desa/kelurahan, jabatan administratif, bupati Gowa dua periode hingga dua periode menjabat Gubernur Sulsel dan baru digantikan Nurdin Abdullah setahun lalu.

Pasca Gubernur, SYL mencoba keberuntungan mendaftar calon legislatif pada pemilu 2019, sayangnya gagal dan bahkan kalah dari seorang istri Bupati yang jelajah kiprahnya tidak banyak dikenal khalayak.

Bukan hanya SYL yang tersingkir, nama singa komisi III DPR RI pun Akbar Faizal turut tak berkutik. “Pemilu brutal” demikian ungkapannya sesaat setelah pengumuman KPU.

Pemilu dengan segala dosa politiknya memang harus dibenahi melalui regulasi agar wakil-wakil rakyat yang terpilih telah teruji kiprah, dedikasi dan pengabdiannya ditengah masyarakat bukan karena ancaman struktural pejabat daerah dan permainan uang yang tak terkendali. Pemilu kian transaksional, materialistis dan liberalis jauh dari nilai-nilai Pancasila.

Masa tenggat waktu bagi SYL dari pasca Gubernur hingga terpilih sebagai Menteri Pertanian saya kira masa-masa kesunyian. Tak banyak lagi kawan yang menemani, tak ada protokoler penjemputan atau pengantaran dan bahkan beberapa karibnya kian jauh karena kuasa tak lagi bersamanya.

Bagikan berita ini:
1
8
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar