4 Jam Pangku Jenazah Bayi di Halaman Rumah Sakit

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Seorang warga Dusun Lembang Teko, Desa Balassuka, Kecamatan Tombolo Pao, Gowa, berisial “LI” terpaksa memangku jenazah anaknya yang baru lahir selama berjam-jam, karena tak mampu membayar biaya ambulans. Bahkan, dia harus melakukannya di halaman rumah sakit.

Jenazah bayi malang yang sempat dirawat di ruang inkubator ini dipangku ayahnya di luar rumah sakit karena diminta meninggalkan ruang inkubator, sebab dikhawatirkan mengganggu bayi lainnya. Dia sebenarnya ingin menyewa ambulans, untuk pulang kampung, namun tak punya biaya.

Dia juga khawatir meminta layanan ambulans rumah sakit, karena berpikir biayanya akan mahal. Sempat ada keinginan untuk membawa jenazah anaknya dengan menggunakan kendaraan roda dua. Namun, setelah empat jam dalam kebingungan, dia akhirnya dibantu seseorang.

Bayi ini lahir Kamis, 24 Oktober, sekira pukul 15.00 Wita. Namun, karena mengalami masalah penafasan, maka dimasukkan dalam ruang inkubator dan tak lama setelah itu meninggal dunia.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Bachtiar Baso membenarkan peristiwa ini. Bachtiar langsung menghubungi pihak RS Syekh Yusuf dan Kadis Kesehatan Gowa, saat mendengar kabar warga yang terlantar di rumah sakit tersebut. Tak ada fasilitas mobil jenazah gratis bagi warga miskin yang tak mampu membayar.

“Ada warga yang meninggal di rumah sakit, keluarganya tidak punya biaya untuk angkutan mereka untuk kembali ke kampung. Apalagi kampungnya jauh, semestinya pemerintah tetap menyiapkan layanan,” ungkapnya kepada FAJAR, kemarin. (fajar)

  • Bagikan