Menkes Terawan Fokus Masalah JKN, Stunting, dan Harga Obat

Jumat, 25 Oktober 2019 11:10

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memaparkan berbagai program kerja yang akan dilanjutkannya dari apa yang sudah dikerjakan oleh menteri sebelumnya, Nila F Moeloek. Fokus itu juga sesuai dengan arahan Presidem Joko Widodo yakni persoalan Jamiman Kesehatan Nasional (JKN) dan stunting.

Dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis malam (25/10), Terawan juga mengungkapkan perasaannya saat ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan. Dia juga tak menyangka sudah harus berhenti atau pensiun dari dunia militer.

“Kehormatan bagi saya menjadi Menteri Kesehatan, saya sendiri tidak tahu. Sebelumnya ibu Nila rasanya saya hanya tahu sibuknya beliau tapi tidak tahu dalamnya. Saya mengalami kekagetan yang luar biasa, berhenti jadi tentara itu saya kaget. Yang saya rintis dari bawah sampai menjadi Letnan Jenderal,” kata Terawan tertawa.

Mantan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto itu mengucapkan terima kasih pada Nila Moeloek, dan akan meneruskan program kesehatan mendasar seperti Gerakan Masyarakan Sehat (GERMAS) dan Nusantara Sehat. Hal itu bisa menopang Angka Harapan Hidup dan Indeks Pembangunan Manusia.

Terawan melihat, selama lima tahun ini menunjukkan berbagai program kesehatan yang mendasar. Berbagai keberhasilan pembangunan kesehatan diraih dengan peningkatan indeks pembangunan manusia, lewat prameter usia harapan hidup.

“Isu strategis kesehatan lainnya juga telah ibu selesailan dengan baik, penurunan angka kematian ibu dan anak, penurunan stunting, pengendalian penyakit menular. Nusantara Sehat merupakan upaya terobosan inovasi yang patut diacungi jempol, kami tinggal meneruskan,” kata Terawan

Terawan menegaskan ada tiga isu utama yang akan menjadi fokus yakni masalah stunting, JKN, serta soal harga obat dan alat kesehatan. Terawan memuji angka stunting yang berhasil melakukan penurunan stunting.

“Hal-hal yang disampaikan pak Presiden akan jadi fokus utama,” ungkapnya.

Selain itu, Terawan mengakui banyak masalah yang dihadapi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam membiayai kesehatan. “Dengan tekornya BPJS dalam menfasilitasi yang sakit. Namun harus kita selelsaikan,” sambungnya. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
10
3
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar