BUMN Dapat Dua Wamen, Bingungkan Dirjen

0 Komentar

Para Wakil Menteri yang terpilih resmi disumpah di Istana Negara, Jumat 25 Oktober 2019.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan dua Wamen BUMN untuk membantu Erick Thohir yang sebelumnya mengajukan tiga nama sudah tepat.

“Dua Wamen ini sangat kredibel untuk bisa membantu Meneg BUMN dalam mengelola aset BUMN yang jumlahnya ribuan triliun,” terangnya.

Keduanya berasal dari legacy BUMN yang dinilai mengerti sekali bagaimana untuk membantu Menteri BUMN. ”Apalagi boleh dikata mereka itu punya pengalaman yang cukup lama sebagai bankers yang sukses ya,” terangnya.

Di luar dua wamen BUMN tersebut, menurut Arief, Jokowi masih sangat ragu sekali akan bisa membantu kerja menterinya karena tidak punya kompentesi, pengalaman di birokrasi dan prestasi pada bidang yang digeluti.

”Justru ini malah nanti banyak terjadi misunderstanding yang merepotkan para dirjen dan direktur di kementeriannya,” paparnya.

Untuk John Wempi Wentipo yang ditaruh sebagai wamen PUPR yang akan banyak bisa bekerja membantu menterinya karena pengalaman sebagai kepala daerah yang cukup punya prestasi di daerah yang tertinggal.

”Saya harap tim ekonomi jangan banyak sembarang komentar atau hanya bermedsos ria ya. Karena tantangan ekonomi yang akan dihadapi sangat berat, di mana ekonomi global yang sudah memasuki masa krisis,” tandasnya.

Arief berpesan, untuk wamen BUMN harus bisa mengendalikan inefisiensi di BUMN yang berupa korupsi dan aksi-aksi korporasi yang tidak menguntungkan.

”Jangan sampai Wamen justru ciptakan kegaduhan dan merusak kekompakan kerja sama dengan menterinya, karena sarat kepentingan dengan bisnis pada proyek-proyek di kementrian. Dan kalau tidak kompak ekonomi kita nyungsep di bawah 5 persen,” terangnya.

Sementara itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan merasa terhormat dan bangga pada keputusan Presiden Joko Widodo yang memilih Surya Tjandra menjadi Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/BPN).

“Bro Surya adalah salah seorang kader terbaik PSI. Dia sosok yang cerdas dan berintegritas. Kami yakin dia akan mampu berkontribusi besar di posisi wakil menteri,” kata Ketua Umum PSI, Grace Natalie.

Menurut Grace Natalie, Surya cukup lama aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. “Surya punya sensitivitas yang tinggi dengan isu kemiskinan dan ketidakadilan. Kepeduliannya pada rakyat tak perlu diragukan lagi,” katanya.

Menurut Grace, Surya adalah doktor hukum lulusan Universitas Leiden Belanda, sedangkan pendidikan masternya di bidang hukum ditempuh di Universitas Warwick Inggris.

“Mencermati riwayat pendidikan dan rekam jejaknya, Surya adalah paket komplet. Dia kaya pengalaman praktis juga bekal akademis yang memadai,” kata Grace.

Pada Pemilu 2019, Surya menjadi calon anggota legislatif untuk DPR RI dari PSI dari daerah pemilihan Malang Raya. Menurut Grace, Surya, menjadi salah satu caleg pilihan media massa, yang dinilai sebagai caleg yang memiliki rekam baik dalam perjuangan isu pemberdayaan perempuan, kepedulian terhadap lingkungan, perburuhan, dan toleransi.

Peneliti dan pengamat politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes menilai penunjukan wakil menteri yang dilakukan Presiden Joko Widodo merupakan salah satu upaya mengakomodir para pendukung pada Pemilihan Presiden 2019.

“Karena desain dukungan yang besar di awal itu membuat Presiden akhirnya harus melakukan bagi-bagi posisi itu,” ujar Arya. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...