Infografis

Wamen, Jabatan Balas Jasa

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ada 12 wakil menteri (wamen) dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf. Disebut-sebut hanya untuk bagi-bagi jabatan.

Pengangkatan Wamen dalam Kabinet Indonesia Maju dianggap beraroma politik balas jasa. Apalagi, dalam kabinet sebelumnya, para menteri bisa menjalankan program pemerintahan dengan baik.

Namun, kabinet kerja priode 2019-2024, ada 12 orang diangkat menjadi menteri. Dari 12 nama yang didapuk menjadi Wamen, diketahui memiliki keterlibatan maupun kedekatan dengan Jokowi. Khususnya dalam pertarungan Pilpres 2019.

Sebut saja, salah satu di antarnya, Wahyu Sakti Trenggono. Ia merupakan Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019. Presiden Jokowi mengangkatnya sebagai Wamen Pertahanan mendampingi Prabowo Subianto.

“Jadi memang ada kedekatan khusus. Makanya, kita bisa bilang keberadaannya menjadi politik balas jasa,” kata pakar politik Unhas, Adi Suryadi Culla kepada FAJAR, Jumat, 25 Oktober.

Menurutnya, Jokowi sulit menghindari hal ini. Sebab, ada tuntutan secara terbuka. Sehingga, mau tidak mau jabatan Wamen diadakan, dengan jumlah yang cukup banyak. Tentu untuk memenuhi tuntutan.

“Jadi kepentingan politik ini yang diwadahi. Bagi-bagi jabatan ini sulit dihindari. Sebab, mereka yang diangkat berperan dalam Pilpres lalu. Baik secara partai politik, maupun kelompok organisasi khusus,” imbuhnya.

Karena itu, bisa saja keberadaan Wamen hanya membebani negara, bahkan bisa menjadi penghalang dalam menjalankan program. “Makanya, kita hanya bisa berharap semoga itu tidak terjadi,” ungkapnya.

Kalau pun dilihat dari latar belakang para Wamen yang harusnya diisi oleh para profesional, justru banyak diisi oleh politikus. Sehingga, posisi Jokowi bisa sulit nantinya.

Tak Urgen

Karena kehadiran mereka tak begitu urgen, jabatan wamen dinilai hanya sebagai jalan untuk balas jasa kepada relawan dan parpol yang ikut berjuang pada Pilpres lalu. Semacam bagi-bagi kekuasaan.

Selain partai pendukung yang berada di parlemen, koalisi Jokowi-Ma’ruf juga diisi sejumlah unsur. Termasuk partai non-parlemen, seperti Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), serta relawan pendukung seperti Projo (Pro Jokowi).

Para pendukung ini tidak mendapatkan jabatan dalam pos Menteri yang diumumkan Jokowi beberapa hari lalu. Dengan pertimbangan ini, sehingga bisa saja Jokowi mengakomodasi mereka dalam pemerintahan.

Sejauh ini, Jokowi menempatkan pos Wamen pada kementerian dengan anggaran yang cukup besar. Seperti, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), maupun Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). (**)

REPORTER: RUDIANSYAH
EDITOR: AMRULLAH B GANI-RIDWAN MARZUKI

Comment

Loading...