Bus Bantuan Kemenhub hanya Jadi Pajangan di Lapangan Kantor Gubernur Sulsel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bantuan 15 unit Bus Rapid Transit (BRT) dari Kemenhub kini menjadi pajangan. Dibiarkan menganggur di lapangan kantor Gubernur Sulsel.

Sebenarnya, ada 25 unit bus bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diberikan ke Pemprov Sulsel pada awal 2019 lalu. Sampai saat ini, bantuan tersebut belum dimanfaatkan.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub, Ahmad Yani mengancam akan menarik unit bus bantuan apabila dibiarkan menganggur dan tak diperuntukan sesuai tujuannya, yakni angkutan massal dalam kota.

Kemenhub akan mengevaluasi pemberian bantuan tersebut. “Ketika tidak sesuai peruntukannya atau tak dimanfaatkan, pasti kami akan tarik bantuan dan kembalikan,” jelasnya kepada FAJAR.

Plt Kadis Perhubungan Sulsel, Fahlevi Yusuf mengaku baru akan menyiapkan anggaran untuk operasional tahun depan. Usulan dishub sebesar Rp500 juta untuk pengurusan pelat nomor kendaraan.

Rencananya angkutan tersebut akan difungsikan sebagai angkutan massal antardaerah. Tak hanya terpatok untuk angkutan dalam kota saja. Akan tetapi, persiapannya butuh anggaran.

“Alokasi anggarannya untuk pengadaan pelat kendaraan dulu. Yakni Rp500 juta. Setelah itu kami mulai pikirkan operasionalnya,” bebernya, kemarin.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah meminta agar operasional bus tersebut segera disiapkan. Dia menginginkan agar penggunaan bus itu bisa dimanfaatkan untuk transportasi antardaerah yang nyaman untuk masyarakat.

“Belum ada angkutan massal antardaerah. Ini yang mau kami maksimalkan. Nantinya kita bagi beberapa zona untuk operasionalnya,” bebernya. (ful/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...