KPK: Cabut Kontrak Pulau Khayangan

0 Komentar

Pulau Khayangan menjadi salah satu tujuan wisata warga Makassar dan sekitarnya karena dianggap tidak jauh dari Kota Makassar. Jarak tempuh dari Dermaga Kayu Bangkoa hanya ditempuh 15 menit dengan perahu bermesin tempel. Tampak beberapa wisatawan menikmati liburan di Khayangan, Minggu 14 Juli 2019. TAWAKKAL/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut menyorot pengelolaan Pulau Khayangan. Lembaga antirasuah ini mendesak Pemkot Makassar menghentikan kontrak atau perjanjian kerja sama dengan pihak pengelola.

Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK wilayah VIII, Dwi Aprilia Linda mengatakan, pihaknya telah lama memberikan atensi terkait aset pemkot yakni Pulau Khayangan. Selama ini dikelola PT Putera-Putera Nusantara (PPN).

Dwi mengungkapkan, sudah sering melayangkan surat ke Pemkot Makassar untuk segera mengambil alih Pulau Khayangan.

“Sejak 2017, setiap bulan itu KPK merekomendasikan melalui surat untuk mencabut kerja sama dengan PT PPN,” ungkap Dwia, Jumat, 25 Oktober.

Dia menegaskan, PT PPN selama ini telah menyalahi kesepakatan. Sudah seharusnya pemkot mencabut perjanjian kerja sama.

Naskah kerja sama antara Pemkot Makassar dengan PT Putera Putera Nusantara tentang kontrak penggunausahaan Pulau Khayangan nomor 556.1/023/S.PERTA/DIPARDA dan nomor 27/PPN-KPPK/X/03. Pembayaran kerja sama dimulai 23 Desember 2003 hingga 23 Desember 2027.

Pada tahun pertama, PT PPN diwajibkan membayar Rp120 juta. Namun tanggung jawab tersebut dibayarkan hanya sampai tahun 2004.

Pembayaran 2005 sampai 2014 terhenti dengan akumulasi pembayaran Rp2,4 miliar yang kemudian dijadikan sebagai kerugian negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kepala Bagian Hukum dan HAM Kota Makassar, Umar mengaku semua aset pada dasarnya menjadi atensi. Sama halnya Pulau Khayangan.

Pihaknya sementara menunggu terbentuknya tim terpadu untuk bisa bekerja sama dalam menyelesaikan kasus Pulau Khayangan.

“Tim terpadu ini nantinya akan bekerja sama menyelesaikan sengketa. Jadi tetap menjadi perhatian ini Pulau Khayangan,” kilahnya. (abd/rif)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...