Nadiem Makarim

0 Komentar

Oleh Aidir Amin Daud

FAJAR.CO.ID– Ini Mendikbud baru Indonesia: Nadiem Makarim. Berbeda dengan Menteri sebelumnya, kali ini Nadiem akan jadi Mendikbud termasuk mengelola urusan pendidikan tinggi.  Pendidikan adalah satu dari sedikit masalah yang disebutkan dalam Undang-undang Dasar 1945.

Sebab masalah pendidikan tercantum dalam UU Dasar 1945. Pemerintah tidak bisa membubarkan kementerian ini, karena nomenklaturnya ada di Konstitusi. Hanya bisa dibubarkan jika disetujui DPR. Hebatnya lagi sektor pendidikan didalam UU Dasar 1945, ditegaskan bahwa Negara harus menyediakan 20 persen dari APBN untuk sektor Pendidikan. Dan Nadiem memimpin kementerian itu sekarang.

**

Semingguan kemarin — kita diributkan dengan diskusi berbagai kalangan yang membicarakan prestasi, kapasitas Nadiem Makarim hingga kehidupan keluarganya.

Tidak jelas juga dimana digodoknya pengembalian Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ke lingkungan Kemendikbud. Pada periode pertama pemerintahan Jokowi (Kabinet Kerja) 2014-2019, Kemendikbud mengalami perubahan struktur organisasi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dikeluarkan, dan bergabung dalam Kementerian baru bernama Kemenristekdikti. Cukup memakan waktu Kemenristekdikti membentuk dan menata organisasi, nomenklatur baru eselon I, II, III, dan IV, yang menggambarkan tupoksi, dan target programnya. Termasuk mengangkat para pejabatnya, yang tentu hari-hari ini akan menjadi ‘limbung’ karena tiba-tiba mengalami ‘penyusutan’ organisasi.

Isu hiruk-pikuk di kalangan perguruan tinggi era Menteri Prof Nasir sepertinya sudah selesai. Mungkin isu mengangkat Rektor dari kalangan asing tidak akan terdengar lagi. Sebuah isu yang cukup menggegerkan dunia perguruan tinggi. Ancaman ‘pemecatan’ Rektor dan dosen yang membiarkan serta mendorong aksi unjuk rasa. Rektor diminta menindak tegas mahasiswa yang melakukan unjukrasa yang anarkis. Dan apakah Nadiem Makarim akan melahirkan sikap yang sama dengan pendahulunya? Kita tunggu perkembangannya.

Masih seputar Nadiem —begitu dilantik menjadi Mendikbud — berbagai tulisan yang agak kontraversial hadir terkait kisah ‘sukses’ Gojek yang didirikannya. Beberapa tulisan bahkan terasa menyudutkan Nadiem Makarim. Meskipun serangan terhadap Nadiem, untuk sementara sulit kita terima. Apalagi mereka yang merasakan manfaat berbagai layanan Gojek yang luar biasa itu. Belum lagi jika kita membaca begitu besarnya transaksi yang dilakukan Gojek yang mengalahkan begitu banyak perusahaan raksasa yang ada di republik ini.

***

Terlalu banyak analisa yang bergulir hari-hari ini. Tentang seorang Nadiem Makarim yang memang sudah mengukir prestasi luar biasa perjalanan bisnisnya. Mungkin gebrakan ‘masa depan’nya — yang sudah dilakukannya dan memudahkan kehidupan kita semua — diharapkan memberi arah yang lebih baik terkait tatalaksana pengelolaan pendidikan kita di semua lapisan. Mungkin pendidikan memerlukan pendekatan dari berbagai sudut, namun setidaknya kita memberi kesempatan Nadiem Makarim untuk menawarkan apa yang tepat menurut dia. Perjalanan yang tidak pernah selesai: dunia pendidikan terus mengalami perombakan sistem atau apapun namanya. Sekali lagi, kita menunggu gebrakan Nadiem Makarim.**

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...