8 Nama Anggota Kabinet Indonesia Maju Disebut Terseret Korupsi

Presiden Jokowi dan Wapres JK bersama menteri Kabinet Kerja periode 2014-2019, foto bersama di tangga Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10). Foto: Biro BPMI Setpres

Presiden Jokowi dan Wapres JK bersama menteri Kabinet Kerja periode 2014-2019, foto bersama di tangga Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10). Foto: Biro BPMI Setpres

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komposisi menteri kabinet Indonesia Maju pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuai sorotan. Khususnya terkait dugaan keterlibatan sang menteri dengan kasus korupsi yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat sedikitnya terdapat delapan nama menteri yang pernah diperiksa oleh KPK. Tiga di antaranya bahkan pernah disebut dalam persidangan tindak pidana korupsi. Meski belum terbukti terlibat, ICW berpendapat seharusnya hal ini dapat dijadikan pertimbangan bagi Jokowi.

“Rekam jejak kasus korupsi penting dicermati dan dipertimbangkan mengingat jabatan sebagai menteri merupakan jabatan yang sangat strategis sekaligus rawan,” ujar Peneliti ICW Kurnia Ramadhana di Jakarta, Selasa (29/10).

Tiga menteri yang dimaksud Kurnia antara lain pertama, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly. Nama Yasonna pernah muncul dalam surat dakwaan dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan Sugiharto terkait korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Yasonna disebut menerima dana haram dari praktik korupsi tersebut senilai USD84 ribu. Tak hanya itu, menurut catatan ICW, Yasonna beberapa kali dipanggil oleh KPK untuk diperiksa sebagai saksi perkara serupa dengan tersangka saat itu Direktur Utama (Dirut) PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.

“Uang tersebut disebut diterima Yasonna saat masih menjabat sebagai anggota DPR 2009-2014,” kata Kurnia.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...