Begini Cerita Model Soal Pengalamannya

0 Komentar

Model berjalan di runway. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Para model profesional pasti punya segudang pengalaman seru dan unik, tak hanya di belakang panggung runway tetapi juga saat meluncur. Misalnya saat bicara soal pekan mode bergengsi sekelas Jakarta Fashion Week (JFW). Para model punya pengalaman yang hampir sama serunya.

Baik model Juwita Rahmawati dan juga JFW 2020 Icons Devona Cools serta Axel Jan Thierry Leijen mengungkapkan pengalaman apa saja yang mereka rasakan selama menjadi model. Salah satunya di ajang sebesar JFW.

  1. Grogi Saat Show

Model juga manusia. Maka hal yang manusiawi dan wajar jika mereka punya perasaan grogi atau deg-degan setiap kali tampil di runway. Bukan hanya sekali, umumnya hal yang lumrah jika setiap show pasti punya greget tersendiri.

Bagi Juwita, runway trunk show dengan skala yang lebih kecil justru membuanta lebih deg-degan dibanding panggung besar seperti JFW. Sebab panggung trunk show justru membuatnya seperti terpusat (spot light) dengan perspektif sudut mata yang memandang menjadi lebih dekat.

“Jujur saya lebih grogi trunk show. Enggak tahu kenapa ya, banyak orang yang datang di trunk show dan seolah panggungnya lebih dekat. Apalagi banyak teman yang datang, panggil-panggil nama saya kadang jadi mau ketawa. Kalau panggung besar karena banyak orang dan luas jadi lebih cuek sih,” jelas Juwita.

Lain lagi halnya bagi model muda Axel dan Devona. JFW merupakan pengalaman baru yang megah dalam karir mereka sebagai model. Maka pengalaman pertama ini membuat mereka bersemangat sekaligus deg-degan.

“Kalau kami sih persiapan sudah matang banget ya. Baru pertama kali. Maka sejak awal yang paling dipersiapkan itu adalah mental di any show. Banyak yang menonton enggak boleh malu-malu dan tampil yang terbaik,” kata mereka.

  1. Panik dan Terpeleset

Seorang model harus mengenakan busana apa saja sesuai permintaan desainer. Misalnya busana dengan material yang berat ataupun atau panjang. Dengan sepatu heels setinggi 15 centimeter membuat mereka harus terbiasa, jangan sampai tersandung atau terpeleset.

Akan tetapi setiap show pasti punya tantangan tersendiri. Devona pernah mengalaminya.

“Iya pernah tersandung sedikit sih. Tapi langsung cepat kembali ke posisi awal dan enggak kelihatan penonton,”katanya tertawa.

Model berjalan di runway. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Sedangkan Axel, model pria yang meski tidak menggunakan sepatu heels, tetapi juga tetap pernah mengalami kondisi terpeleset di atas panggung. Namun itu semua tidak mengganggu penampilannya.

“Pernah kepleset dikit sih, tapi saya bisa tutupi dengan koreo atau langkah jalan jadi enggak kelihatan,” ungkap Axel.

Sebagai model yang lebih senior, Juwita Rahmawati juga banyak mengalami pengalaman seru. Dari mulai resleting jebol di balik panggung runway, resleting terlalu besar atau tak bisa dibuka, hingga harus menjahit busana di lokasi.

“Karena panik ya apalagi ketemu fitter-fitter yang masih baru. Sampai pernah jahit di tempat lah. Atau mau cari baju, enggak tahunya baju dipakai orang walaupun sudah dikasih nama. Untungnya itu semua masih ada waktu untuk tampil lagi ke depan panggung,” ungkapnya.

  1. Menunggu

Menunggu memang membosankan. Apalagi bagi seorang model yang wajib datang sangat pagi ke venue, kemudian melakukan gladiresik. Setelah itu, mereka harus menunggu berjam-jam sampai show dimulai sore bahkan malam. Daripada mati gaya, masing-masing punya cara untuk mengusir jenuh.

“Wah menunggu itu sudah jadi rutinitas kami ya. Beda-beda tentunya, saya biasanya bawa buku. Bosan ya ngobrol, ngopi sama teman-teman atau tidur. Kalau capek kan tempatnya di tent terus tuh, ya saya bawa selimut sendiri, alas dan bantal. Mending tidur,” ungkap Juwita.

Menurut Juwita yang sudah pernah show di luar negeri seperti kawasan Asia, waktu menunggu bagi para model di luar negeri tidak terlalu lama seperti show di Indonesia. Di luar negeri, umumnya jauh lebih disiplin dan ketat dalam hal waktu.

“Di Indonesia agak lebih manja ya. Dari segi waktu tunggu di luar negeri enggak lama ya. Dari make-up langsug show. Lebih disiplin dan lebih rapat waktunya,” jelas Juwita.

“Kalau kami ya paling ke kedai kopi, tidur, ngobrol,” tutur Axel dan Devona.

  1. Hilang Mood

Bosan menunggu itulah yang membuat para model bisa saja kelelahan. Wajah lelah pasti tak boleh diperlihatkan di atas runway. Meski tetap saja pernah mengalami rasa hilang mood, seorang model harus tetap profesional.

“Menurut saya yang namanya kerjaan dari hati harus profesional ya. Sering mood drop karena capek dari pagi menunggu. Tapi di depan panggung harus profesional. Kalau saya mungkin punya playlist sendiri mendengarkan musik yang saya suka bikin suasana hati lebih enak,” kata Juwita.

  1. Bayaran Seorang Model

Setiap model pasti punya pengalaman masing-masing soal ‘rahasia dapur’ bayaran di panggung runway. Ternyata ukuran besar kecilnya bayaran model juga tergantung dari jam terbang masing-masing. Semakin tinggi, bayarannya bisa semakin mahal.

“Kami tiap model sudah ada harganya masing-masing tergantung dari jam terbang. Biasanya bayaran dihitung per show sih,” tutup Juwita. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...