Infografis

Harapan Besar Smelter Bantaeng

0 Komentar

FAJAR.CO.ID—Larangan ekspor nikel berkadar rendah yang dilakukan pemerintah Indonesia berdampak positif. Tidak hanya pada harga saham, juga harga nikel itu sendiri.

Seperti yang terlihat di sesi pertama perdagangan. Di mana, volume saham Vale yang didagangkan mencapai 73,92 juta saham. Atau Rp278,75 miliar. Sedangkan, untuk total frekuensi sebanyak 7.789 kali. Hingga penutupan di lantai bursa, harga saham PT Vale ditutup diharga Rp3.700 per saham.

Sementara itu, selain harga saham perusahaan pertambangan yang terkerek. Harga nikel juga ikut berpendar. Harga nikel, per Selasa, 29 Oktober mencapai USD16.702,5 per ton atau Rp2.340.380.000 (kurs US1 = Rp14.012,2).

Sepanjang 2019, harga nikel naik 55,6 persen dan menyentuh level tertinggi USD18.850 per ton atau level tertinggi sejak September 2014. Salah satu pemicunya adalah aktivitas perusahaan asal Tiongkok. Tsingshan Holding Group Co. Perusahaan ini menargetkan pembelian nikel Indonesia dalam jumlah banyak.

Bloomberg mengabarkan, perusahaan asal Tiongkok tersebut tengah mempersiapkan pasokan nikel menjelang kebijakan tersebut diterapkan pada awal tahun depan. (ful-int)

Comment

Loading...