Heboh Bayi Hasbar yang Disebut Meninggal karena Gizi Buruk, Ternyata ini Penyakitnya

0 Komentar

BERSEDIH. Jenazah Muhammad Hasbar dipangku kakeknya menuju peristirahatan terakhirnya di Kabupaten Takalar, Selasa, 29 Oktober.

Laporan: DEWI SARTIKA-EDWARD

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Basir selalu memandang enteng jika bayinya demam. Sering step hingga akhirnya didiagnosis menderita lumpuh otak.

Bulir bening keluar dari pelupuk mata. Basir kembali mengenang sosok putranya, Hasbar.

Enam tahun dia selalu bersama dan merawat putranya. Bayinya memang lebih sering sakit. Dari demam hingga panas tinggi. Kondisi itu sejak Hasbar berusia 4 bulan.

Sekitar pukul 20.00 wita, Senin, 28 Oktober, Hasbar menyerah pada penyakitnya. Cerebral palsy merenggut nyawa bayi berusia enam tahun itu.

Ditinggal putra semata wayang memang pahit. Basir mulai ikhlas. Anaknya telah melepas semua rasa sakitnya. Kini beristirahat tenang di Pekuburan Bontoramba, Galesong, Kabupaten Takalar.

Basir tak tahu banyak soal penyakit. Demam kerap dipandang enteng. Ia anggap demam biasa. Padahal, dari awalnya demam, anaknya susah makan. Perkembangan bentuk tubuhnya mengalami kelainan.

“Hasbar beberapa kali mendapat tindakan medis. Termasuk dirujuk ke rumah sakit. Biayanya ditanggung oleh pemerintah, tetapi tidak sembuh-sembuh,” ucap pria yang bekerja sebagai buruh serabutan itu.

View this post on Instagram

Usai disholatkan di Masjid Darussalam Jl Beringin Toddopuli VI, Kelurahan Kassi-kassi Kecamatan Rappocini. Jenazah Muhammad Hasbar (6) anak penderita diagnose lumpuh otak atau Cerebral Palsy yang dideritanya sejak lahir kini akan di semayamkan. Jenazahnya diantar ke kampung halaman orangtuanya di Pekuburan Bontoramba Poros Galesong, Kab. Takalar. Ketua RT 9 Rw 10, Kelurahan Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini, Syahrir Nyarrang mengatakan, Hasbar memang sudah menderita lumpuh layu dan polio sejak berusia 4 bulan. Saat itu diketahui, badannya tiba-tiba panas dan step yang tak kunjung berhenti. "6 tahun lebih dia bawa ini penyakitnya kasian, Berbagai penanganan dari pemerinrah sudah dilakukan tetapi Tuhan lebih menyayangi Hasbar," ucapnya saat ditemui FAJAR, Rabu, 29/10/2019. Video : Dhewy/FAJAR #sulsel #makassarnews #makassar #infokejadiansulsel #infokotamakassar #infokejadiankotamakassar #infomakassar #infokejadianmakassar #makassarinfo #infosulsel #beritasulsel #beritamakassar #beritaterkini #makassarterkini #fajaronline #harianfajar #koranfajar •••••• *Ikuti kami dan baca berita terbaru kami* https:fajar.co.id Media Sosial (Official) : Facebook : fajar online Twitter : @fajaroline Instagram : @fajaronline E-mail : redaksifajaronline@gmail.com atau redaksi@fajar.co.id Serious Work Purposes Only (Hanya untuk Kepentingan Penjadwalan Event dan Kerjasama) Whatsapp Only : 0823-4416-8426 (Client Service)

A post shared by Harian FAJAR Official Account (@fajaronline) on

Suhu tubuh yang tinggi pun makin parah. Bahkan sering mengalami step setiap hari. Basir dan istrinya, Hasrani tak sanggup lagi terus membawa anaknya ke rumah sakit. Dia memutuskan merawatnya di rumahnya di Jl Toddopuli VI lorong 10.

Kepergian bayi Hasbar sempat membuat heboh jagat maya. Tanpa verifikasi, informasi yang tersebar menyebut Hasbar meninggal dunia karena gizi buruk.

Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Naisyah Tun Azikin menjelaska, Hasbar meninggal bukan karena gizi buruk atau kekurangan gizi. Penyebabnya adalah lumpuh otak atau Cerebral Palsy.

Penyakit tersebut dideritanya sejak lahir. Bahkan beberapa kali mendapatkan tindakan medis di Rumah Sakit Grestelina dan RSUD Daya.

“Ini masalah kelainan yang tidak bisa dikendalikan atau diobati. Hanya saja berusaha dipenuhi gizinya agar bisa hidup lebih lama. Itu sudah jadi kewajiban,” katanya.

Naisyah menjelaskan, informasi beredar yang menyatakan almarhum meninggal karena gizi buruk, itu salah besar. Yang benar menderita celebral palsy. Kelainan tersebut membuat gangguan pertumbuhan, termasuk pertumbuhan fisik.

“Semua pertumbuhannya terganggu, berbeda dengan gizi buruk, bisa diintervensi. Gizi buruk itu terjadi jika suplai gizi tidak mencukupi, ini memang ril kelainan,” ungkapnya

Naisyah menambahkan pihaknya sudah mengenal Hasbar sejak usia enam bulan. Sering mengalami step dan dermatitis alergi.

“Kalau tidak salah beberapa waktu lalu pernah demam tinggi,” tambahnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...