Usai Santap Daging Hajatan Pernikahan, Puluhan Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Rabu, 30 Oktober 2019 21:03

Salah satu korban keracunan.

FAJAR.CO.ID, MAROS — Seorang warga di Dusun Bonto Ramba, Desa Bonto Matene, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Alya Amelia (7) menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang Maros setelah diduga mengalami keracunan Selasa malam, 29 Oktober.

Informasi yang dihimpun Alya diduga mengalami keracunan usai menyantap sate daging di acara resepsi pernikahan salah satu warga di Desa Bonto Matene.

Selain alya ada sekitar 37 warga lainnya yang sempat dilarikan ke Puskesmas Mandai, Rumah Sakit Salewangang Maros dan RS TNI AU dr Dody Sarjoto.

Namun sebagian besar korban dugaan keracunan makanan ini sudah berangsur pulih dan kembali ke rumah masing-masing.

Ibu korban, Nurwati mengatakan saat ini anaknya, Alya Amelia di rawat di RSUD Salewangang Maros setelah sempat keracunan

“Dia keracunan setelah makan sate daging sapi di pesta pernikahan. Dia makan jam 21.00 wita. Setelah makan langsung muntah,” katanya.

Nurwati yang melihat anaknya lemas, langsung melarikan anaknya ke RSUD Salewangang Maros sekitar pukul 00.00 Wita

“Kondisinya loyo dan muntah-muntah, jadi semalam di bawah sekitar pukul 00.00 Wita,” katanya.

Diakuinya kejadian yang menimpa anaknya ini bukanlah kali pertama. Sebab ini sudah terjadi sehari sebelumnya yakni Senin malam, 28 Oktober lalu. Kemudian berlanjut pada Selasa malam, 29 Oktober saat acara resepsi.

Humas Rumah Sakit Salewangan Maros, Ratna Edy, mengatakan, hari ini dua orang yang masuk per 30 Oktober. Kondisinya sudah berangsur pulih.

“Bahkan, salah satunya sudah pulang dan satu orang masih dirawat sementara diobservasi,” katanya.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Mandai, Ipda Junardi membenarkan hal itu selama dua hari kejadian ini ada sekitar 38 orang yang sempat dilarikan ke rumah sakit karena diduga keracunan.

Mereka mengalami pusing, mual, muntah dan diare sehingga sempat dilarikan ke RSUD Salewangang dan RS TNI AU Dody Sarjoto.

Akan tetapi, kondisi para korban ini sudah berangsur pulih sehingga tidak dirawat lama di rumah sakit.

Meski demikian pihaknya sudah mengambil keterangan dari penyelenggara hajatan dan tukang masak. “Kita masih lakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya. (rin)

Bagikan berita ini:
1
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar