Disebut Terima Duit Panas dari Adik Ratu Atut, Begini Respons Rano Karno

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID,JAKARTA-- Anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rano Karno disebut turut menerima uang panas sebesar Rp 700 juta.

Duit itu berasal dari proyek pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tahun Anggaran (TA) 2012.

Aliran uang tersebut terungkap saat Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan surat dakwaan untuk terdakwa Komisaris Utama PT Balisific Pragama (PT BP) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

“Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yaitu telah memperkaya Rano Karno sebesar Rp 700.000.000,” kata Jaksa Budi Nugraha saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (31/10).

Jaksa menjelaskan, uang yang diperoleh oleh mantan Gubernur Banten tersebut berasal dari Direktur PT Java Medika (PT JM) Yuni Astuti. Dalam dakwaan, Yuni merupakan salah satu rekanan yang mengerjakan proyek pengadaan alat-alat kedokteran di Provinsi Banten.

Yuni diduga ikut kongkalingkong dalam proses pengerjaan proyek tersebut. Dari pengerjaan proyek tersebut, Yuni memperoleh uang yang nilainya mencapai Rp 61,2 miliar.

Adapun, rincian ‎uang yang digunakan yakni, sebesar Rp 30,4 miliar untuk pembelian alat kesehatan. Kemudian, untuk biaya pinjaman mencapai Rp 222,8 juta.

Sementara sisanya diberikan kepada sejumlah pihak, atas perintah Wawan. Salah satu pihak yang disebut turut menerima uang panas terkait proyek tersebut yakni Rano Karno.‎

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan