Kagum dengan Kekaguman yang Berganda

  • Bagikan
Ilustrasi peringatan Maulid Nabi


(Sebuah Telaah Ulang Dalam Bermaulid)
Oleh : Ilham Sopu

FAJAR.CO.ID -- Islam yang diturunkan ke bumi adalah ajaran yang datangnya dari Tuhan untuk manusia demi kemaslahatan kehidupan manusia di dunia, lebih lebih di akhirat kelak. Islam yang turun ke bumi adalah pesan langit yang tak terbatas menuju bumi yang terbatas. Pesan pesan dari yang maha suci yang ditujukan kepada manusia untuk menjadikan manusia berada dalam koridor kemanusiannya. Tujuan Tuhan menurunkan agama atau pesan pesan ketuhanan supaya manusia tetap konsisten pada nilai-nilai kemanusiannya. Tanpa campur tangan dari nilai nilai ketuhanan, manusia akan tercerabut dari nilai nilai kemanusiannya atau akan seperti binatang bahkan lebih sesat lagi dari binatang.

Sekalipun manusia inheren dalam dirinya nilai nilai ketuhanan tapi itu tidak menjamin, karena bisa saja nilai nilai ketuhanan itu tertirai akibat menusia banyak mengalami atau terkontaminasi dengan nilai yang tidak baik yang juga bawaan dari setiap manusia. Oleh sebab itu disinilah fungsinya agama sebagai pemberi arah yang jelas bagi kemaslahatan kemanusiaan. Jadi agama itu ada yang datang dari atas berupa petunjuk petunjuk teknis dan memberikan arah moral yang jelas, dan ada yang sifatnya berasal dari dalam diri manusia yang biasa disebut fitrah majbulah yang juga berasal dari Tuhan. Sedangkan yang sifatnya dari atas biasa disebut dengan fitrah munazzalah.

Kehadiran Muhammad saw di jazirah arab telah membawa modal yang sangat besar bagi masyarakat arab pada waktu itu, modal itu adalah ajaran agama yang ia bawa, dan modal integritas pribadi atau karakter akhlak yang baik, kedua modal itulah yang menjadi senjata yang sangat ampuh untuk menyebarkan misinya untuk menyebarkan pesan pesan ketuhanan kepada ummatnya. Sehingga kita ummatnya sangat kagum terhadap keberhasilan Muhammad saw dalam waktu yang sangat singkat berhasil melaksanakan misinya untuk menyebarkan ajaran ajaran ketauhidan kepada masyarakat arab. Tidak seorangpun pemimpin waktu itu yang mampu merubah masyarakat yang ateistik menjadi masyarakat yang bertauhid.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan