Anak Buah Prabowo Pastikan Coret Anggaran Lem Aibon Rp82 Miliar di DKI Jakarta

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik (Evi Ariska/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Anggaran Rp82 miliar untuk pembelian lem aibon yang tertuang dalam Rencana Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) 2020 DKI Jakarta, dipastikan dicoret atau dinolkan. Keputusan ini diambil karena sekolah tidak membutuhkan lem aibon untuk proses belajar mengajar.

“Udah pasti dicoret, kan kita sisir. Mau ngapain sekolah beli lem. Buat apa coba,” ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik, Jumat (1/11).

Politikus partai Gerindra itu menuturkan, anggaran yang peruntukannya tidak jelas memang sering kali muncul dalam proses penganggaran setiap tahunnya. Hanya saja selama ini tidak banyak yang viral dan menjadi sorotan media. Dan selalu dihilangkan apabila terbukti tidak memiliki manfaat.

“Banyak (terjadi seperti itu sebelumnya). Kalau dulu kan diskusinya di dalam ruangan, enggak di luar. Jadi kayak gitu-gitu pasti kesisir,” imbuh anak buah Prabowo di Gerindra itu.

Taufik mengatakan, ada dua tahapan penyisiran anggaran siluman seperti ini. Yakni melalui pembahasan KUA-PPAS kemudian akan dibahas lagi dalam APBD turunan. Sehingga anggaran-anggaran tak jelas akan dibuang.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menilai kejadian ini sebagai pembelajaran untuk jajarannya. Sehingga diharapkan tidak ada lagi kesalahan seperti ini yang bisa membuat kegaduhan.

“Dari peristiwa ini kita harus lebih memastikan proses kerja bukan hanya di semua level pimpinan. Tapi kepada seluruh staff betul-betul harus dilakukan secara tuntas. Tuntas berintegritas dan profesional,” kata Syaefuloh.

Komentar

Loading...