Aniaya Wartawan, Empat Polisi Diproses Pidana

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Enam orang anggota kepolisian diduga melakukan penganiayaan terhadap jurnalis. Empat diproses pidana, dua polisi lainnya menjalani sidang disiplin.

Anggota polisi yang menjalani proses hukum pidana adalah Briptu Muin Jumadi, Brigpol Imran Saibima, Bripda Putu Giri Arioka Putra, dan Brigpol Abdul Wahid. Penanganannya dilakukan Ditreskrimum Polda Sulsel.

Dua anggota polisi yang menjalani sidang disiplin, yaitu Aipda Roezky dan Aiptu Mursalim. Mereka menjalani sidang di ruang Psikologi, lantai empat Mapolda Sulsel, Kamis, 31 Oktober, kemarin.

Dalam sidang ini, polisi menghadirkan tiga korban, yakni Muhammad Darwin Fathir, Ishak Pasabuan, Saeful. Ketiga jurnalis ini dianiaya saat melakukan tugas liputan di area DPRD Sulsel, Selasa, 24 September, bulan lalu.

Penuntut Sidang Disiplin, AKP Abdul Rahman, mengatakan, perkembangan penanganan penganiayaan jurnalis disampaikan secara lisan kepada pelapor. Bahwa sudah ada enam terduga pelanggar, empat dipidanakan, dua didisiplinkan.

Proses penanganan pidana dan kode etik, lanjutnya tidak bisa dilakukan bersamaan. Hal ini berdasarkan Perkap (Peraturan Kapolri) Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi.

Pada pasal yang mengatur, disebutkan bahwa terhadap angggota Polri yang telah diajukan ke sidang disiplin, setelah mendapatkan putusan pidana tidak dapat lagi diajukan ke sidang komisi kode etik kepolisian. “Demikian pula sebaliknya,” jelasnya.

Para korban juga sudah dimintai keterangan. Pemeriksaannya dilakukan di ruang Gakkum Propam Polda. Sekitar 2,5 jam, pengambilan keterangan dilakukan.

Tim LBH Pers, Kadir Wokanubun, mengatakan, para korban menjelaskan soal kronologis kekerasan yang dialami pada saat demo. “Sudah diserahkan juga bukti-bukti, baik video, rekam medik dan bukti lainnya,” katanya. (ans/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...