Jasa Raharja Habiskan Rp10,9 Miliar, Alem: Bermasalah Ketika Istri Lebih dari Satu

0 Komentar

Alem Nofri Yoppi.

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Sepanjang tahun 2019 Jasa Raharja Perwakilan Bone telah mengeluarkan uang sebanyak Rp10,9 miliar untuk pembayaran kecelakaan.

Dari Januari sampai 31 Oktober santunan yang meninggal dunia sebesar Rp7,6 miliar, luka-luka Rp2,7 miliar, cacat tetap Rp287,5 juta, penguburan Rp32 juta, Ambulans Rp16,7 juta Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Rp220,8 juta. Jumlah keseluruhan Rp10,9 miliar.

Kepala Perwakilan Jasa Raharja Perwakilan Watampone, Alem Nofri Yoppi, mengatakan, antara Jasa Raharja dengan Satlantas di Bosowasi sistemnya sudah online semua. Setiap data kecelakaan yang diinput oleh polisi otomatis masuk ke Jasa Raharja, baik kecelakaan tunggal, maupun yang melibatkan dua kendaraan.

“Semua pembayaran klaim langsung dibayarkan. Bahkan kalau meninggal sekalipun kalau administrasinya selesai langsung juga dibayar,” katanya, kepada FAJAR, Jumat (1/11/2019).

Kata dia, untuk korban yang meninggal dunia dokumen yang disediakan untuk ahli waris seperti pemutihan surat nikah, fom ahli waris yang ditandatangani oleh lurah atau kepala desa, rekening bank, KTP. Kalau itu sudah jelas, tinggal print saja KK-nya di Disdukcapil.

Ahli waris disebutkannya ada tiga, janda atau duda, orang tua, dan anak-anak. Namun, kerap kali Jasa Raharja menemukan permasalahan yang biasa timbul kalau laki-laki punya istri lebih dari satu. “Jika semua istri menuntut, harus dipertemukan. Di Bone pernah ada kejadian, ini lebih dari satu kali,” ucap Yoppi. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...