Pilkada Lutra Bisa Diramaikan 3 Pasangan, Ini Peta Koalisinya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MASAMBA — Peta kekuatan politik di Pilkada Luwu Utara 2020 mulai terlihat. Koalisi partai pengusung di Pilkada bakal hanya mengusung tiga pasangan calon.

Bupati petahana Indah Putri Indrini diprediksi akan mengendarai Partai Golkar, PAN, PPP, dan PDIP dengan 15 kursi. Wakil Bupati Luwu Utara, Muh Thahar Rum digadang-gadang diusung Partai Nasdem, Hanura, dan Partai Demokrat dengan 11 kursi. Lalu Arsyad Kasmar yang akan diusung Partai Gerindra, PKS, Perindo, dan PKB dengan 9 kursi.

Untuk mengusung calon bupati dan wakil bupati di Luwu Utara, pasangan hanya butuh tujuh kursi di DPRD. Berbeda ketika rancangan head to head terjadi, maka akan ada koalisi Nasdem, Gerindra, Demokrat, dan Hanura bergabung. Maka, PKS, Perindo, dan PKB akan memilih bergabung ke koalisi Golkar atau Nasdem.

Kekuatan figur yang ada, petahana Indah Putri Indriani masih unggul. Lalu disusul Muh Thahar Rum, Arsyad Kasmar, Arifin Junaidi, Mahfud Yunus, Karimuddin, Andi Sukma, dan Andi Rahim.

Saat ini belum ada Partai Politik yang resmi berkoalisi di Pillada 2020.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Luwu Utara, Adam Mahpul mengatakan, selama dibuka pendaftaran baru dua orang yang mengembalikan berkas di Partai Gerindra. ”Baru Arsyad Kasmar dan Muh. Thahar Rum yang kembalikan formulir,” kata Adam.

Ketua Bappilu Partai Nasdem Luwu Utara, Andi Yusran mengharapkan agar Gerindra dapat mengusung Muh Thahar Rum di Pilkada bersama Nasdem.

Sekretaris Partai Demokrat Luwu Utara, Syarifuddin mengatakan, peluang koalisi di Pilkada Luwu Utara masih terbuka lebar. ”Kita bisa koalisi dengan Nasdem. Juga bisa koalisi dengan Gerindra,” kata Syarifuddin.

Hanya saja, semua harus melalui mekanisme. Penjaringan tetap dibuka. Sementara Partai Demokrat mewajibkan calon bupati yang didukung mengambil Ketua Demokrat sebagai wakilnya.

Ketua Bappilu PAN Luwu Utara, Ibrahim mengaku membuka peluang bagi calon untuk komunikasi langsung ke DPW PAN Sulsel dan DPP PAN. ”Kita serahkan DPW dan DPP PAN untuk mengambil keputusan siapa yang layak diusung,” kata Ibrahim.

Mekanisme survei akan menentukan. Termasuk Ketua PAN Lutra, Karimuddin, ketika hanya jadi pelengkap ketika diusung wakil bupati. PAN tidak mendorongnya. Biar akan berpaket petahana. Namun, pihaknya belum tahu partai apa yang akan dijadikan koalisi di Pilkada. (shd/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...