Dokter Gadungan Kabur, Pakar Hukum: Penjamin Harus Bertanggung Jawab

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE– Dokter gadungan yang berkasus di Bone dan Mapolda Sulsel, Amyza Tomme (36),kabur.

Berdasarkan informasi yang berkembang, keberadaan tersangka di Malaysia. Hal itu pun dibenarkan oleh Kapolres Bone, AKBP Muh Kadarislam Kasim.

Menurutnya, pihaknya masih terus melakukan pengejaran. “Informasi terakhir yang bersangkutan di Malaysia,” katanya saat ditemui di Mapolres Bone, kemarin.

Amyza ditangguhkan sejak 13 Maret dengan dalih ingin berobat. Penjamin penangguhan penahanan diketahui Syahrul yang merupakan kerabatnya dan kuasa hukumnya, Aminuddin dan Guntur.

Namun sampai saat ini Amyza tak kunjung muncul. Polisi pun menerbitkan surat DPO sejak 13 Juni lalu, melibatkan empat polres dalam mengejarnya, termasuk Resmob Polda Sulsel.

Sementara Pakar Hukum Pidana UMI, Prof Hambali Thalib menjelaskan, di dalam menjamin itu ada dua. Ada jaminan orang dan jaminan uang. Itu dimaksudkan ketika ada masalah atau tersangka kabur.

“Kalau sampai kabur, itu tanggung jawab orang yang menjamin. UU jelas menyatakan itu,” ucapnya.

Hambali menjelaskan, jaminan itu ada juga lisan dan tertulis. Kalau lisan itu tidak kuat, kalau jaminannya tertulis dan tercatat dalam berita acara penyidik itu baru kuat. Maka tidak ada jalan lain jika tersangka kabur, itu tanggung jawab sepenuhnya dari pihak yang penjamin.

“Artinya dia harus memikul tanggung jawab itu. Sampai kemudian yang bersangkutan (tersangka) muncul. Selama DPO, penjamin harus bertanggung jawab,” jelasnya. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...