OJK Temukan 297 Fintech Ilegal

Sabtu, 2 November 2019 00:16

Ilustrasi: Financial technology (fintech). (pymnts.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Hati-hati mengajukan pinjaman atau berinvestasi online. Sebab, platform-platform ilegal terus bermunculan. Padahal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) getol memblokir aplikasi financial technology (fintech) tersebut.

Berdasar data terbaru per 31 Oktober, OJK melalui Satgas Waspada Investasi menemukan 297 entitas baru yang melakukan keiatan fintech peer-to-peer lending yang tidak terdaftar secara resmi.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing menuturkan, kemajuan teknologi cukup berkontribusi dalam menjamurnya fintech ilegal. Sebab, orang makin mudah membikin aplikasi dan website. Karena itu, sekalipun ditindak, pembuat aplikasi bisa beroperasi lagi dengan membuat aplikasi baru dengan nama berbeda.

”Jadi, pada saat dihentikan, muncul nama baru. Ini karena kemajuan teknologi yang sangat memudahkan,” jelas Tongam di kantornya kemarin (31/10). Bahkan, lanjut Tongam, fintech-fintech ilegal tersebut tidak lagi menggunakan website untuk menggaet nasabah. Tetapi, memanfaatkan media sosial dan SMS. Dengan cara itu, aplikasi tidak hanya bisa diunduh di apps store seperti Playstore, tapi juga melalui link download yang dikirim via SMS. ”Sehingga ini makin memudahkan masyarakat untuk mengakses fintech ilegal ini,” jelasnya.

Dia mengatakan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Google untuk mendeteksi sejak dini pergerakan aplikasi fintech ilegal. Selain itu, untuk upaya penindakan, OJK bekerja sama dengan Kemenkominfo dan Bareskrim Polri.

Tongam mengungkapkan, upaya pemberantasan fintech ilegal akan makin masif.

Bagikan berita ini:
9
6
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar