OJK Temukan 297 Fintech Ilegal

  • Bagikan

Satgas bersama 13 kementerian/lembaga (K/L) terkait berinisiatif membuka Warung Waspada Investasi secara fisik. Warung tersebut akan memberikan layanan pengaduan, konsultasi, dan sosialisasi langsung mengenai berbagai persoalan terkait investasi, fintech lending, dan gadai swasta ilegal kepada masyarakat.

Sebagai tahap awal, Warung Waspada Investasi akan dibuka setiap Jumat pukul 09.00–11.00 WIB di The Gade Coffee & Gold, Jalan Haji Agus Salim, Jakarta Pusat. Dalam warung itu akan hadir perwakilan dari 13 K/L anggota Satgas Waspada Investasi yang akan melayani pertanyaan ataupun aduan masyarakat mengenai kegiatan investasi ilegal, fintech lending ilegal, atau gadai swasta ilegal.

”Selama ini laporan atau pertanyaan masyarakat lebih banyak masuk melalui saluran komunikasi seperti Kontak OJK 157, e-mail [email protected] atau [email protected] Dengan adanya warung ini, diharapkan masyarakat akan semakin mudah untuk melapor dan bertanya langsung,” kata Tongam.

Pada kesempatan yang sama, Plt Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kemenkominfo Antonius Malau menambahkan, pihaknya terus melakukan penyisiran untuk memberantas fintech lending ilegal. Jika ditemukan platform pinjaman online yang tak berizin, pihaknya segera menginformasikan kepada OJK untuk selanjutnya dilakukan verifikasi.”Setelah diverifikasi bahwa itu fintech ilegal, kami akan langsung memblokir. Kami harapkan pemblokiran ini bisa membantu perlindungan konsumen dan masyarakat,” tambahnya.

Berdasar data, jumlah total entitas fintech lending ilegal yang ditangani Satgas Waspada Investasi sampai 31 Oktober 2019 adalah 1.369. Sedangkan total yang telah ditangani satgas sejak 2018 sampai 31 Oktober 2019 mencapai 1.773 entitas fintech lending ilegal.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan