Rhinosinusitis yang Mirip Pilek

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID-- ’’Sinusitis itu mirip pilek ya?’’ Sinusitis atau infeksi sinus adalah gangguan kesehatan yang populer. Namun, pemahaman awam terkait dengan penyakit tersebut masih sering salah.

SETIAP orang memiliki sinus, rongga kecil di area tulang di wajah dan tengkorak yang terhubung lewat saluran pernapasan. ’’Karena masih terhubung dengan hidung, istilah yang pas adalah rhinosinusitis atau RS. Bukan sinusitis,’’ ungkap dr Budi Laksono SpTHT-KL (K).

Rhinosinusitis terjadi ketika selaput lendir di rongga itu mengalami infeksi dan muncul radang. Penandanya, ada empat yang khas (lihat grafis) yang mirip dengan gejala pilek biasa. Menurut Budi, kasus yang kerap dianggap pilek atau flu oleh awam bisa jadi merupakan sinusitis ringan.

Spesialis THT National Hospital Surabaya itu menyebutkan, rhinosinusitis terbagi menjadi dua kategori. Pertama, rhinosinusitis akut; salah satu gangguan yang paling umum dialami. Mengutip WebMD, sekitar 35 juta penduduk Amerika Serikat setidaknya mengalami gangguan tersebut dalam setahun.

Budi menjelaskan, sekitar 90 persen kasus rhinosinusitis akut dipicu infeksi virus. ’’Penyakit akibat virus tergolong self-limiting disease, bisa sembuh sendiri. Biasanya akan pulih sekitar 10 hari,’’ ungkapnya.

Kuncinya, imun tubuh terjaga. Pasien juga bisa menggunakan obat-obatan yang dijual bebas untuk meringankan gejala. ’’Enggak perlu mengonsumsi antibiotik,’’ tegas Budi. Menurut dia, antibiotik baru diresepkan jika rhinosinusitis disebabkan infeksi bakteri.

Jika keluhan berlangsung selama 12 minggu atau lebih, gangguan itu bisa digolongkan sebagai rhinosinusitis kronis. ’’Pada tingkatan ini, ada kerusakan yang mengubah mukosa,’’ jelas Budi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan