Tanah Masjid Terancam Dilelang Bank, Ini yang Dilakukan Penerima Kuasa

0 Komentar

Mujiman menunjukkan surat kuasa dari keluarga pemilik tanah guna pembentukan panitia penyelesaian masalah Masjid Riyadhul Jannah (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

FAJAR.CO.ID,SUKOHARJO– Persoalan tanah Masjid Riyadhul Jannah di Bangsri Cilik RT 03 RW 01, Desa Kriwen, Sukoharjo yang terancam dilelang pihak bank akhirnya menemui titik terang.

Rencananya akan digelar penghimpunan dana untuk melunasi utang pemilik tanah di bank. Tujuannya agar bank membatalkan lelang tanah yang kini sudah berdiri masjid itu. Serta sertifikat tanah yang dijadikan agunan di bank bisa kembali.

Bahkan, pihak keluarga pemilik tanah dan bangunan masjid telah menyerahkan pengurusan agunan ke pihak ketiga. Ketua Umum Takmir Masjid Dusun Bangsri Cilik RT 03 RW 01, Desa Kriwen, Sukoharjo Mulyanto mengatakan, mediasi telah dilakukan. Pihak keluarga pemilik sertifikat telah menyerahkan masalah agunan tersebut ke panitia penghimpunan dana.

“Pada Selasa (29/10) malam sudah ada pembahasan. Dan pihak keluarga menyerahkan kuasa kepada Mujiman untuk penghimpunan dana guna melunasi pinjaman di bank,” terangnya, Jumat (1/11).

Mulyanto mengatakan, awalnya Mujiman, 78, merupakan salah satu jamaah salat Duhur di Masjid Riyadhul Jannah. Dia kemudian menawarkan bantuan untuk melunasi utang di bank agar bangunan masjid tidak disita. Akhirnya, Mujiman justru menjadi mediator antara takmir masjid dengan pihak keluarga pemilik tanah.

“Alhamdulillah dari sekian banyak yang menawarkan bantuan, baru Mujiman yang bisa ketemu jalan keluarnya. Karena selama berita masjid ini mencuat masyarakat justru takut datang ke masjid,” katanya.

Mulyanto mengakui jika masjid tersebut belum memiliki surat izin mendirikan bangunan (IMB). Sebab, dari awal pendirian memang inisiatif pribadi, tidak melibatkan masyarakat. “Proses perizinan juga tidak tahu, karena hanya masjid saja, sertifikat wakaf tidak ada,” terangnya.

Sementara itu, penerima kuasa penyelesaian masalah Masjid Riyadhul Jannah sekaligus koordinator penghimpunan dana Mujiman membenarkan dia telah menerima surat kuasa Selasa lalu (29/10). Pada hari berikutnya kepanitiaan penghimpunan dana telah terbentuk.

Surat tersebut memberikan kuasa untuk membentuk panitia penghimpunan dana penyelamatan Masjid Riyadhul Jannah. Surat bermaterai tersebut juga telah ditandatangani oleh pihak keluarga dan saksi-saksi yang dihadirkan dalam pembahasan tersebut.

“Hari ini dilakukan pertemuan antara keluarga, saya (Mujiman), dan perwakilan takmir dengan pihak bank. Supaya jelas berapa nominal yang harus kami lunasi,” katanya.

Mujimin mengaku prihatin jika masjid tersebut benar-benar akan dilelang. Karena itu, dia meminta Mulyanto agar mempertemukan dengan pihak keluarga pemilik tanah sekaligus bangunan Masjid Riyadhul Jannah. Baru setelah itu disepakati pemberian kuasa untuk penyelamatan masjid yang juga menghadirkan takmir masjid, pihak keluarga, perwakilan RT/RW setempat.

“Pihak keluarga sudah pasrah karena banyak yang mau membantu. Lalu kami musyawarahkan Rabu (30/10) dan membentuk panitia yang bertanggung jawab terkait hal itu,” katanya.

Seperti diketahui, tanah dan bangunan Masjid Riyadhul Jannah di Bangsri Cilik RT 03 RW 01, Desa Kriwen, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo sempat menjadi perbincangan warga di dunia maya. Pasalnya, sertifikat tanah dan bangunan itu diagunkan pemiliknya ke bank.

Masalahnya, sejak dua bulan lalu, pihak bank menempel pengumuman di pagar masjid, bahwa tanah dan masjid yang berdiri sejak 24 Oktober 2011 ini dalam pengawasan bank dan bakal dilelang.

Sertifikat tanah ini menjadi agunan bank sejak 21 Februari 2011. Akhirnya muncul solidaritas penyelamatan masjid. (rgl/bun/ria)

(sb/is/jay/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...