De Ligt, Pecundang yang Jadi Pahlawan Juventus di Derbi Turin

Minggu, 3 November 2019 09:20

Matthijs de Ligt merayakan golnya di Derby Della Molla/EPA

FAJAR.CO.ID, TURIN—Juventus memenangi derbi Turin dengan mengalahkan Torino 1-0 di giornata ke-11 Serie A Italia, dinihari tadi. Bek tengah, Matthijs de Ligt menjadi pahlawan tim tamu lewat golnya di menit ke-70.

Pemain bertahan asal Belanda itu mencetak gol lewat tendangan keras dari jarak enam meter setelah menerima bola dari Gonzalo Higuain. Sebelumnya, Higuain yang muncul dari bangku cadangan melepaskan tendangan voli ganas yang bisa diselamatkan kiper Torino, Sirigu. Tetapi bola kembali dikuasai Higuain yang kemudian mengirim umpan ke tiang jauh dimana De Ligt sudah menunggu.

Gol ini tak hanya berarti besar bagi Juventus yang bisa tetap bertahan di puncak klasemen Serie A, tapi juga De Ligt. Setelah mendapat status pecundang akibat penampilan buruknya di beberapa laga yang kerap menjadi pemicu gol dan penalti lawan, bek termahal Serie A itu kini bisa menjadi pahlawan kemenangan.

Tidak mengherankan jika mantan pemain Ajax Amsterdam tersebut begitu senang. Menurut pemain berusia 19 tahun itu, golnya dalam derbi Della Mole ini sangat istimewa. “Aku benar-benar bahagia, tentu saja. Itu adalah pertandingan yang sangat penting, karena Inter juga menang. Kami menang 1-0 dan itu adalah gol saya, sangat istimewa,” kata De Ligt kepada DAZN usai pertandingan.

De Ligt mengakui bagaimana besarnya tekanan yang harus ia hadapi di Juventus sejak bergabung musim panas lalu. “Jelas, ketika Anda datang ke klub baru, itu akan selalu sulit. Ini berjalan dengan baik, para pemain membuat saya merasa diterima dan saya pikir saya meningkatkan setiap permainan,” jelasnya.

Ia secara khusus berterima kasih ke rekan-rekannya setelah menjadi pahlawan kemenangan Si Nyonya Tua. Khususnya Higuain yang sudah membantunya mencetak gol. “Saya berharap malam ini saya menunjukkan apa yang bisa saya bawa ke tim. Rekan tim saya sangat baik, Higuain memberi saya assist luar biasa dan saya sangat senang,” ujarnya.

Tapi, sebelum menjadi pahlawan, De Ligt nyaris kembali menjadi biang gol ketika sundulan Andrea Belotti mengenai lengannya di babak pertama. Beruntung wasit tak menganggap itu penalti. “Saya hanya berdiri seperti ini dan bola mengenai saya. Saya segera tahu itu bukan penalti, karena peraturannya adalah jika tangan saya ada di sini, itu bukan penalti,” jelasnya menggambarkan insiden kontroversial itu.

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri memuji De Ligt untuk kontribusi besarnya dalam derbi ini. “De Ligt berjuang di 20 menit pertama, tetapi kemudian masuk ke permainan dan memiliki babak kedua yang sangat bagus. Dia berusia 19 tahun, berasal dari liga yang jauh lebih terbuka dan kurang taktis dari kita. Wajar jika dia membutuhkan masa magang dan dia membaik,” kata Sarri dikutip dari Football Italia. (amr)

Bagikan berita ini:
2
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar