Depresi Bisa Menular, Ini Penjelasan

Minggu, 3 November 2019 17:51

Setelah tikus menjadi depresi, para peneliti memasukkan ‘teman sekamar’ baru. Dalam beberapa minggu, tikus baru tersebut menunjukkan gejala yang sama dengan rekan mereka yang depresi. Karena itulah, peneliti berkesimpulan bahwa depresi dapat bersifat menular.

Menurut dr. Lidya Heryanti, Sp. KJ kepada KlikDokter, mencurahkan isi hati—terutama cerita tentang kecemasan, kesedihan, dan ketakutan—dapat memicu orang lain ikut merasakan rasa sedih dan depresi yang sedang dialami si pencerita.

“Tidak pernah ada yang tahu bagaimana kondisi setiap orang yang membaca curhatan Anda di media sosial. Ada yang prihatin dengan keadaan yang sedang menimpa Anda, tapi ada juga yang jadi ikut merasakan hal yang sama dan berubah menjadi semakin frustrasi dan depresi mendengarnya,” ujar dr. Lidya.

Senada dengannya, dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter menjelaskan bahwa depresi bisa ditularkan melalui komunikasi verbal maupun non-verbal dari si pencerita.

“Bahkan, hanya dengan melihat orang terdekat Anda depresi pun, akan ada kemungkinan Anda juga jadi ikut depresi. Hal ini karena Anda jadi ikut prihatin dan panik sendiri karena tidak tahu harus berbuat apa untuk membantu kerabat keluar dari masalah tersebut,” jelas dr. Sara.

Bagikan berita ini:
9
1
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar