Derita MU dan Pesta Lukaku di Inter

Minggu, 3 November 2019 09:48

Romelu Lukaku kembali mencetak dua gol untuk Inter Milan/EPA

FAJAR.CO.ID, BOLOGNA—Ketika Manchester United memutuskan menjual Romelu Lukaku ke Inter Milan musim panas lalu, banyak orang berpikir itu keputusan yang tepat. Penyerang tim nasional Belgia itu lebih banyak duduk manis di bangku cadangan dan nyaris tanpa kontribusi gol ketika ia dimainkan.

Akan tetapi, dua bulan lebih setelah transfer yang menghebohkan itu—karena Lukaku diprebutkan Inter dan Juventus—sang bomber membuktikan bahwa Manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer  dan tentu saja Setan Merah sudah salah dalam mengambil keputusan. Mencadangkan lalu menjualnya.

Saat ini, tanpa Lukaku di Old Trafford, MU menderita awal musim ini. Hingga pekan ke-11, mereka terpuruk di posisi 10 dengan hanya mengoleksi poin 13. Dengan poin itu, jangankan menjadi juara, bermimpi untuk finis di empat besar saja, sepertinya harus mereka pertimbangkan. Pasalnya, mereka pasti butuh keajaiban mewujudkannya.

Premier League mamang baru memasuki pekan ke-11, tapi mereka sudah tertinggal sangat jauh di klasemen. Saat ini, MU tertinggal 18 poin dari Liverpool, sang pemuncak klasemen. Sementara dengan tim posisi keempat yang jadi batas akhir zona Liga Champions, United sudah terpaut tujuh angka. Bahkan, Leicester City bisa memperlebar jarak selisih angka menjadi 10 poin jika mereka mampu menang, di pekan ke-11.

Masalah utama MU adalah pencetak gol. Lihat saja, mereka sejauh ini baru mengoleksi 13 gol dari 11 pertandingan. Marcus Rashford menjadi top skor sementara dengan lima gol. Dan jelas itu disebabkan karena kepergian Lukaku. Setelah Lukaku hengkang yang disusul Alexis Sanchez, MU “lupa” membeli bomber bintang pengganti. Akibatnya, Solskjaer terpaksa memainkan penyerang remaja berusia 18 tahun, Mason Greenwood sebagai striker pelapis. Sayangnya, remaja itu bukan pesulap yang bisa melakukan hal yang sepertinya mustahil. Belum ada gol yang ia cetak.

Sebaliknya, Lukaku yang pergi dengan amarah dan tekad membuktikan diri terus berpesta di Inter. Hampir setiap laga ia melakukan selebrasi gol. Sejauh ini, mantan penyerang Chelsea itu sudah melesakkan sembilan gol. Hanya berselisih empat gol dari total gol MU. Teranyar, ia mencetak dua gol ke gawang Bologna untuk memastikan Inter menang 2-1 dan kini di peringkat kedua dengan hanya terpaut satu angka di belakang Juventus.

Lukaku pun tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Dan pendukung Inter pasti akan senang karena Lukaku berjanji akan terus mencetak gol. “Kami memiliki mental tim yang baik dan saya senang. Saya senang memiliki permulaan yang begitu baik, tetapi saya berusia 26 tahun dan saya harus tumbuh setiap hari, bersama dengan seluruh tim,” katanya di Sky Sports Italia. (amr)

Bagikan berita ini:
6
3
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar