Desainer Disebut Profesi Wah alias Mahal, Ini 5 Alasannya

Minggu, 3 November 2019 21:07

FAJAR.CO.ID– Menjadi desainer bukanlah sesuatu yang murah. Ketika sudah menjadi desainer pun, butuh konsistensi untuk tetap eksis dengan biaya yang terbilang fantastis. Sehingga tak heran jika ada anggapan kalau profesi desainer adalah pekerjaan yang ‘wah’ alias mahal.

Selain sekolah mode, apa saja sih yang menyebabkan desainer dan karya menjadi mahal?

Jenis Kain dan Produksi

Menurut CEO Bateeq, Michele Tjokrosaputro menjadi desainer memang tidak mudah dan murah. Memang butuh ekstra usaha yang keras. Salah satunya saat memilih kain atau jenis bahan dalam tahap produksi.

“Jadi desainer, mahal itu ketika harus milih bahan. Milih bahan enggak sembarangan kan. Bisa saja sih mau yang asal, tapi kan enggak bisa hasilkan karya unik, atau ada added value-nya,” tuturnya.

Konsistensi dan Produksi Massal

Setiap desainer harus mengetahui cara marketing dan mempertahankan bisnisnya. Hal itu demi keberhasilan labelnya. Sehingga ketika orang lain memesan dalam jumlah banyak, seorang desainer tak kebingungan.

“Jadi desainer itu mahal itu betul. Karena kan di awal harus lewat tahap produksi. Persiapan cukup banyak, ada juga fabric yang kami olah lagi, atau kami beli atau kami observasi karya seorang desainer. Lalu produksi massal juga harus siap, bagaimana nanti jika ordernya banyak,” kata Pegiat Mode dan desainer, Ai Syarif.

Bagikan:
3
4
9

Komentar