Desainer Disebut Profesi Wah alias Mahal, Ini 5 Alasannya

Minggu, 3 November 2019 21:07

Promosi dan Marketing

Seorang desainer harus punya ilmu promosi dan marketing. Itulah gunanya jejaring teman atau networking yang membantu desainer memperluas pasar. Sebab biaya promosi lebih mahal.

“Harga promosi 2 kali lipat dari harga produksi. Sekarang ini memang lebih mudah ada media sosial orang gampang jadi desainer, taruh produknya di medsos, lalu open PO,” tutur Desainer Fashion Defrico Audy.

Kreativitas

Ide dan kreativitas adalah sesuatu yang mahal dan tak bisa dibeli dengan uang. Karena itu, busana yang semakin unik akan semakin tinggi harganya dan sulit juga pembuatannya.

“Sekarang bisa menyiasatinya. Mencari ide dan kreativitas itu banyak banget lihat di media sosial. Mengajarkan pola mix and match. Memang jangan males ulik-ulik pasti akan ketemu ilmunya,” tegas Desainer Fashion Tities Sapoetra.

Brand Image

Hanya sebuah topi atau bahkan sarung tangan, jika itu buatan rumah mode dunia, maka harganya bisa fantastis. Maka nama brand bisa menjadi nilai jual sesuatu yang mahal. Para selebriti yang kini banyak merambah ke dunia mode, diharapkan tidak hanya sekadar jual nama besarnya, tetapi juga kualitas dan kreativitas.

“Banyak desainer selebriti ya. Enggak apa-apa asal harus belajar lagi. Jangan sampai hanya manfaatkan nama selebritinya. Harus tahu pola, branding, marketing. Dan harus terus mengasah kemampuan dengan banyak nonton dan lihat atau terinspirasi dari koleksi pekan mode,” tutup Ai Syarif. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
10
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar