Dugaan Korupsi Swakelola, Eks Kadis DLH Dinilai Asal Sebut Nama

LUSTRASI korupsi. (dok. JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Mantan Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bone, Asmar Arabe, dinilai asal menyebut nama seseorang dalam kasus dugaan korupsi anggaran swakelola tahun 2017. Pasalnya, sejumlah nama yang disebut tidak ada sama sekali keterlibatannya.

Dalam kasus itu Sekda Bone, Andi Surya Darma, saat pemeriksaan oleh auditor BPK namanya ikut disebut-sebut, ada juga salah seorang anggota DPRD Bone yang dalam kasus itu merupakan bagian dari tim, namun bukan ketua tim.

“Kalau mantan Kadis DLH sisa menunggu waktu saja. Kalau Pak Sekda belum ada keterlibatannya sejauh ini,” kata Kapolres Bone, AKBP Muh Kadarislam Kasim, kepada FAJAR Minggu, 3 November.

Kata dia, mantan kadis ini saat dipertemukan dengan sekda ceritanya belum singkron. Bahkan, pernah juga dia libatkan anggota DPRD Bone, makanya anggota DPRad itu marah-marah saat dihubungi, sebab dia tidak tau persoalan sama sekali.

“Pengakuan kadis bingung, asal sebut nama. Memang lingu-lingu. Sama dengan kasus Pak Sekda, cuman disebut namanya,” jelas perwira berpangkat dua melati itu.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Bone, Andi Surya Darma menjelaskan bahwa, itu sudah dipertemukan sama BPK. “Saya hadir. Pak Kadis ditanya, apa pernah berikan uang kepada Sekda. Pak kadis bilang tidak pernah,” ucapnya.

Namun kata dia, kasus ini lengkap pencatatannya sama bendahara. Bendahara saat ditanya juga tidak pernah langsung berikan uang, kadis pun juga begitu. “Makanya dalam BAP tidak ada pengakuan seperti itu. Kalau soal catatan bendahara itu kan bukan bukti, bisa dibuat-buat saja,” akunya. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...