Gituan di Tahanan Siang Bolong 3 Kali, Tespack Positif Hamil

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BALI– Tersangka kasus pembuangan bayi di Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli Ni Ketut Juniari, 21, dicurigai hamil lagi. Hal itu terungkap saat Juniari dengan status tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangli dititip di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bangli.

Untuk memastikan informasi itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Bangli I Made Joko Arnawa datang ke Rutan Bangli dan Polres Bangli bersama Sekretaris I Dewa Gede Suamba Adnyana dan Ni Wayan Indrawati, Jumat (1/11).

Kepala Rutan Kelas II B Bangli I Made Suwendra mengungkapkan, dugaan Juniari hamil diketahui saat penahanannya dititip di rutan sejak Senin (28/10) lalu. Ia dititip bersama pacarnya I Kadek Sugita,19. Sebagaimana standar operasional prosedur (SOP) di sana, setiap tahanan atau narapidana baru wajib digeledah. Baik badan maupun barang bawaannya.

Khusus tahanan wanita, wajib menjalani tes tambahan, yakni tes kehamilan melalui urine menggunakan testpack. “Juniari kami adakan tes urine, ternyata positif hamil. Berapa bulan, belum tahu,” terang Suwendra.

Tes hari itu dilakukan dengan tiga tespack sekaligus. Hasilnya positif semua. Untuk lebih memastikan, keesokan harinya dites ulang menggunakan alat yang sama. Hasilnya pun sama. Positif hamil. Selanjutnya, pihak rutan menyampaikan informasi itu ke Kejari Bangli, dan memohon agar dilakukan USG memastikan kebenaran hasil tes urine itu. Namun belum direspond sehingga belum dilakukan USG. Kedua tersangka juga mengaku sempat berhubungan badan saat ditahan di Polres Bangli. “Mereka melakukan di sana (di sel tahanan). Begitu pengakuannya,” ungkap Suwendra.

Informasi kehamilan itu juga telah disampaikan ke masing-masing orang tuanya. Ini penting karena besar kemungkinan janin itu akan berkembang menjadi bayi. Hasil komunikasi itu, orang tua pihak laki siap mempertanggungjawabkan. Sedangkan keluarga Juniari belum ada jawaban. “Kemungkinan bisa begitu (dinikahkan) biar jelas status anaknya nanti,” tandas Suwendra.

Sementara itu, Juniari dan Sugita mengakui sempat berhubungan badan sebanyak tiga kali. Itu terjadi pada September 2019. Kejadiannya di bagian belakang ruang tahanan yang biasa tempat jemur pakaian tahanan dan tempat olahraga. Mereka mengaku berhubungan badan siang hari saat tahanan lain tidur siang. “Semua tahanan ada jadwal keluar sel tahanan. Saat itu kami ke belakang (berhubungan badan). Tahanan lain tidur,” ujar Sugita dibenarkan Juniari yang menangis sesenggukan.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi tidak berani memastikan kebenaran dua sijoli itu berhubungan badan di ruang tahanan. Yang pasti, saat diserahkan ke Kejari Bangli, keduanya dalam keadaan sehat. Namun demikian, diakuinya bahwa sebelum diserahkan tidak dilakukan tes kehamilan.

Selama di sel, tahanan wanita terpisah dengan laki-laki. Mereka diberlakukan secara manusiawi sesui SOP. Para tahanan diberikan keluar sel pukul 08.00-10.00 Wita. Saat itu, semua tahanan berbaur. Mereka bisa berjemur di bagian belakang dan olahraga. “Setiap serah terima jaga, para tahanan selalu dicek,” ujar Sulhadi.

Hanya saja, ia mengakui memang tidak ada CCTV di ruang tahanan termasuk bagian belakang yang diduga menjadi tempat dua tersangka berhubungan badan. Menindaklanjuti informasi itu, pihak Polres akan melakukan penelusuran.

Sekretaris Komisi I DPRD Bangli Dewa Gede Suamba Adnyana, usai mendatangi Polres dan Rutan Bangli menegaskan bahwa pihaknya ke sana memastikan informasi ada tahanan hamil yang berhubungan badan di ruang tahanan. Dewan ini sempat berkomunikasi langsung dengan kedua tersangka. “Mereka sudah ada keinginan menikah. Bahkan sebelum masalah itu muncul,” ungkap Suamba.

Sedangkan hasil koordinasi dengan Polres Bangli, Suamba mendapat informasi bahwa selama ditahan di Polres, keduanya diberlakukan sesuai SOP. Untuk memastikan kehamilan itu, perlu dilakukan UGS. Perlu juga ditelusuri apakah benar keduanya pernah berhubungan di ruang tahanan. Sebab pengakuannya baru sepihak.

Seperti diketahui, I Kadek Sugita mulai ditahan pada tanggal 1 Agustus 2019. Sedangkan pacarnya ditahan 16 Agustus karena sempat menjalani perawatan medis. Kedua tersangka kemudian diserahkan ke Kejari Bangli pada tanggal 28 Oktober 2019. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...