Kasus Korupsi DAK Bulukumba Rp49, 8 Miliar Mangkrak di Kejati Sulsel

0 Komentar

Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel.

PPM Tantang Kajati Tetapkan Tersangka

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sudah setahun lebih penanganan kasus dugaan korupsi penyimpangan anggaran DAK (Dana Alokasi Khusus), tahun 2017 sebesar Rp49, 819 miliar. Dalam proyek rehabilitasi bendungan dan irigasi, di Kabupaten Bulukumba.

Bahkan sejak bergulir di tahap penyidikan, hingga saat ini belum ada terlihat kejelasan atau upaya kongkrit. Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel dalam menseriusi penanganan kasus tersebut.

Sejak kasus tersebut dilaporkan oleh Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa (PPM) Sulsel, setahun yang lalu di Kejati Sulsel. Hal tersebut tentu saja menjadi tanda tanya yang besar bagi pihak PPM Sulsel, dan masyarakat pada umumnya.

Apa yang menjadi penyebab dan penghalang bagi penyidik, sehingga sangat sulit dalam membongkar aktor dan menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Ketua PPM Sulsel, Akbar Muhammad, secara tegas mengatakan. Sudah setahun beralu kasus dugaan suap DAK Rp49 Miliar, yang diduga melibatkan oknum Bupati Bulukumba tidak ada kejelasan.

“Berkas hanya menumpuk di meja jaksa saja, tanpa kejelasan dan penetapan tersangkanya,” tegas Akbar Muhammad, Minggu (3/11/2019).

Selain ini menjadi polemik, tentu juga menjadi pertanyaan besar di masyarakat. Pasalnya kata Akbar Muhammad, setiap kami mempertanyakan kasus tersebut.

Pihaknya (PPM) hanya sekedar dijanji oleh pihak Kejati Sulsel, dengan alasan akan segera menetapkan tersangka. Tapi faktanya, lagi-lagi hingga sekarang pernyataan Kejati Sulsel itu samasekali belum membuahkan hasil sama sekali.

Justru pernyataan pihak Kejati Sulsel, yang seolah-olah tegas. Memunculkan kesan ketidakseriusan Kejati dalam penanganan kasus ini.

“Kami menilai ada indikasi kongkalikong yang dibangun oleh pihak Kejati Sulsel dengan oknum pihak terlapor,” cetusnya.

Karena sudah berapa kali penyidik melakukan pemanggilan, hingga penyidikan terhadap pihak Kementrian di Pusat. Tapi sampai sekarang justru kasus tersebut, justru semakin tak jelas atau kabur.

“Kepala kejaksaan tinggi yang baru, harusnya memberikan dorongan dan atensi terhadap kasus ini,” pungkasnya.

Namun sejatinya, sampai sekarang tidak ada ditemukan adanya kasus yang bisa di tuntasakan oleh kepala kejaksaan tinggi.

“Kami dari PPM Sulsel, menantang Kajati Sulsel, agar segera menetapkan tersangka di kasus ini,” tegas Akbar Muhammad. (edo)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...