Ayo Goyang Gaes

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — KRING, kring…. Hari masih pagi, saat Udin, anggota komunitas Udin sedunia yang juga honorer di kelompok usaha Maju Terus Pantang Mundur (Jurus Pandur) sedang menikmati kopi. Sementara itu, sang istri asyik dengan teh hijau, minuman kesukaannya, sambil menyaksikan kelompok pesepeda lalu lalang, ber-gowes ria membunyikan “klakson” melintas di depan mereka.

Hari itu memang sedang ramai-ramainya perbincangan tentang demam gowes yang sedang melanda warga Dapil Warkop. Udin termasuk terjangkit virus sepeda-sepedaan. Sampai-sampai, nada dering smartphonennya juga berbunyi bel sepeda; kring, kring, kring,…

Hal tersebut sejurus dengan kampanye gerakan diet plastik yang bertemakan, Menjaga lingkungan, menyongsong masa depan bumi, yang akhir-akhir ini terus digalakkan banyak kalangan.

Suatu ketika, saat tertidur, Udin mengigau, seperti membayangkan dirinya sedang berada Groningen, sebuah kota di Belanda yang dikenal sebagai Kota Sepeda Dunia. Di kota itu, persentase penggunaan besikal terbesar di dunia. Bayangkan saja, dari 46 jalur sepeda di kota tersebut, setiap harinya dilalui 216.000 perjalanan.

Pengendara kereta angin mendapat prioritas. Ibaratnya mereka adalah raja jalanan. Kebijakan pemerintah setempat mengutamakan kenyamanan pengguna sepeda. Pembangunan infrastruktur berupa jalur sepeda menjadi yang pertama dan utama. Wow…, keren, kan.

Sadar setelah membayangkan gerakan sehat dengan bersepeda sekaligus ikut menyelamatkan bumi dari sampah plastik, berbekal studi literatur di internet, plus semangat 45, Udin langsung hunting sepeda yang murah meriah untuk dipakai beraktivitas keliling Dapil Warkop.

Singkat cerita Udin akhirnya mendapatkan sepeda dengan harga termahal, dan jersey untuk sepedaan sesuai keinginannya.

Ayo goyang gaes. Gowes, keliling kompleks bersama keluarga supaya badan segar bugar. Ajaknya kepada setiap orang yang ditemuinya.

Kring, kring, kring. Udin mengangkat telepon yang nada deringnya berbunyi bel sepeda. Ternyata, telepon dari istri tercinta yang minta dibonceng pakai sepeda ke klinik kecantikan. Katanya, untuk operasi plastik.

Agar terhindar dari operasi plastik yang berbiaya mahal, Udin mengemukakan alasan kepada istrinya, Maesas, bahwa saat ini dia tengah menggalakkan gerakan sayang bumi dengan mengurangi penggunaan plastik, termasuk operasi plastik. Olehnya itu, dia tak membolehkan istrinya untuk oplas, alias operasi plastik. Istrinya pun maklum dengan hal tersebut.

Usai berbicara dengan Maesas yang mantan Calon Anggota Legislatif Kabupaten-Kota (Calledakk) itu, HP Udin berdering lagi. “Maaf Pak, ini dari toko kereta angin tempat bapak membeli sepeda. Sekadar informasi, pembayaran cicilan sepedanya jatuh tempo hari ini. Harap segera melakukan pembayaran, agar sepedanya tidak ditarik.”

Nah, lho. Pria punya sepeda. Hehehe. (kritik, saran, dan solusi, WA 08124222468)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...