Gegara Miras di Pesta Nikah, Akhirnya Nginap di Polsek

0 Komentar

Ilustrasi Cekcok/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –– Jufri tak sempat lagi mengikuti prosesi akad nikah dan resepsi pernikahan keluarganya. Dia keburu ditahan polisi.

Semua gara-gara minuman keras (miras) dan emosi tak terbendung. Jufri awalnya berniat baik. Dia menegur Saharuddin agar tidak minum miras di acara pernikahan keluarga.

Hubungan antara Jufri dan Saharuddin sebenarnya keluarga dekat. Saharuddin adalah keponakan Jufri. Tinggalnya bertetanga. Bahkan sering bertemu.

Kepada penyidik Polsek Panakkukang, Jufri mengaku emosi karena sikap Saharuddin sudah kelewat batas. Dia tidak mengindahkan teguran untuk tak mengonsumsi minuman keras di acara pernikahan keluarga.

Saharuddin hahkan melawan. Dia mengajak duel. Tantangan itu membuat Jufri naik pitam. Dia tak peduli lagi bahwa Saharuddin adalah keponakannya. Emosi membuat pisau di tangannya tak terkontrol lagi.

Pun, tamu undangan dan keluarga tak bisa menahan amarah Jufri. Pisau dengan gagang berwarna cokelat di genggaman Jufri, ditancapkan berulang kali di badan ponakan sendiri.

Keluarga dan para tamu histeris menyaksikan keributan di Jalan Sukamaju, Kelurahan Tamamaung, Panakkukang, Sabtu, 2 November, sekitar pukul 23.30 Wita.

Karena luka beberapa tusukan, Saharuddin meninggal di tangan paman sendiri. Jufri pun tak dapat mengikuti rangkaian acara pernikahan, Minggu, 3 November.

Dia ditahan atas kasus dugaan pembunuhan. Meski niatnya baik, namun hukum tidak bicara soal itu.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fatur Rakhman, mengatakan, aparat Reskrim bersama Resmob Panakukang mengamankan Jufri di kediamannya.

“Pisau yang digunakan pelaku ditemukan di loteng rumah pelaku. Saat ini pelaku masih dimintai keterangannya,” kata Jamal, Minggu, 3 November.

Pelaku, ungkap Jamal mengaku berkeluarga. Ia menikam ponakannya karena kesal melihat pesta miras di depan rumah yang sedang akan melangsungkan pesta pernikahan. (ans/rif)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...