Kisah Inspirasi, Polisi Sisihkan Gaji Bangun Masjid

KAWAL PEMBANGUNAN. Ipda Muh Nur Usman memantau pembangunan Masjid Haji Usman di Jl Ir Sutami, Makassar, pekan lalu. (NURHADI/FAJAR)

Pria berkepala plontos ini menuturkan aksinya menyisihkan gaji untuk membangun masjid mendapatkan dukungan penuh dari istri. Bahkan dia tidak mempertanyakan dari mana uang belanja atau kebutuhan sekolah anaknya.

Berapa pun uang yang diberikan diterima dengan senang hati. Bahkan tidak jarang istrinya ikut menyemangatinya untuk tetap mempercepat pembangunan masjid yang dibangun sejak Juni 2019 itu. "Ini tabungan akhirat" kata Nur Usman menirukan perkataan istrinya.

"Saya kadang tertawa sendiri jika memikirkan bagaimana bisa 50 persen gaji (Rp3,9 juta) terpotong untuk bayar cicilan di bank. Tapi dukungan istri, ibu, dan keluarga lain semakin yakin untuk membangun masjid ini," ungkapnya.

Alumnus SMA Negeri 6 Makassar ini menyampaikan masjid yang dia bangun tersebut sengaja menggunakan nama almarhum ayahnya. Haji Usman. Tujuannya bukan untuk pamer atau sombong. Namun, sebagai pengingat petuah yang selalu disampaikan kepada anaknya.

Salah satunya, "Membangun masjidlah jika kalian memiliki rezeki". Pesan lainnya, "jaga ibadah, sedekah, dan rajinlah membantu sesama, meski dirimu sedang kesusahan".

Sebagai anak laki-laki tertua dirinya selalu mendapatkan wejangan untuk memperhatikan saudara. Amanah tersebut merupakan tanggung jawab yang harus diemban, bukan dihindari.

"Prinsip rezeki itu sudah ada yang mengaturnya, sehingga tidak akan tertukar. Menyumbangkan rezeki di dalam kebenaran tidak akan membuatnya berkurang, malah semakin bertambah," ungkap anak kedua pasangan H Usman dan Hj Nursih ini.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi


Comment

Loading...