Mission Impossible MU, Arsenal, dan Spurs

Premier League/Egypt Today

FAJAR.CO.ID, LONDON—Manchester United dan Arsenal sepertinya sudah harus mengangkat bendera putih lebih dini dalam persaingan gelar Premier League 2019/2020. Mimpi juara itu kini sudah sesuatu yang mustahil.

INI memang baru pekan ke-11. Akan tetapi, kedua raksasa Inggris itu sudah tertinggal terlalu jauh dari para pesaing gelar. MU yang baru mengoleksi 13 poin saat ini sudah tertinggal 18 angka di belakang sang pemuncak klasemen, Liverpool. Sementara Arsenal dengan 17 poin terpaut 14 angka dari The Reds.

Khusus United, jangankan menjadi juara, bermimpi untuk finis di empat besar saja, sepertinya harus mereka pertimbangkan ulang kembali. Saat ini, Setan Merah berselisih tujuh angka dari tim posisi keempat, Leicester City dan bisa melebar menjadi 10 poin jika The Foxes bisa meraih kemenangan di pekan ke-11.

Mengingat mereka juga mesti bersaing dengan tim lain yang ada di atas Setan Merah, kembali ke empat besar jelas bukan pekerjaan mudah. Selain perlu membeli pemain bintang Januari nanti, kolektor gelar Premier League terbanyak itu juga butuh keberuntungan.

Dibandingkan musim sebelumnya, capaian MU saat ini memang sangat buruk. Bersama Jose Mourinho musim lalu, United berada di posisi ketujuh saat Premier League memasuki pekan ke-11. Saat itu, mereka mengoleksi 20 poin.

Manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer sendiri menyadari bagaimana beratnya beban yang ia pikul. Menurutnya, jika MU ingin bersaing di big four, pertandingan seperti kontra Bournemouth kemarin mestinya mereka menangkan. Tapi, faktanya, MU kalah 0-1 lewat gol Joshua King.

“Jika Anda ingin menantang untuk empat besar, Anda harus memenangkan pertandingan seperti ini dan saya yakin Bournemouth akan mengatakan bahwa mereka ingin memenangkan tantangan juga. Jadi, bagi kami, kami kecewa,” katanya kepada BT Sport dikutip dari situs resmi MU.

Tapi, Solskjaer yang kursinya sudah digoyang sejak beberapa pekan lalu mencoba berpikir positif. “Kami memiliki pertandingan pada Kamis malam melawan Partizan (Liga Europa). Kami akan berharap untuk memenangkan yang itu sehingga kami bisa melanjutkan [ke babak sistem gugur],” ujarnya.

Meski di posisi kelima dan hanya terpaut enam angka di belakang Chelsea yang ada di peringkat ketiga, misi Arsenal untuk kembali finis di empat besar juga tidak akan mudah. Pasalnya, performa mereka sejauh ini sama sekali tidak meyakinkan. Contoh terbaru, dua laga kandang mereka berakhir seri.

Makanya, Manajer The Gunners, Unai Emery tampak sangat kecewa setelah anak asuhnya ditahan imbang 1-1 oleh Wolverhampton Wanderers. “Saya frustrasi dengan hasilnya dan juga karena kami kehilangan dua peluang yang sangat bagus di kandang melawan dua tim yang juga tidak kami kalahkan musim lalu. Tapi saya pikir para pemain mencoba dan bekerja,” katanya di situs klub.


Selain MU dan Arsenal, langganan empat besar lainnya, Tottenham Hotspur juga tengah dalam badai. Klub London Utara itu hingga pekan ke-11 masih berada di posisi ke-11 dengan poin 13. Spurs gagal memperbaiki peringkat yang lebih baik setelah hanya bermain imbang 1-1 dengan Everton, Senin, dinihari tadi.

Dengan MU, Arsenal, dan Spurs sudah tercecer jauh, persaingan gelar Premier League musim ini sepertinya akan kembali melibatkan Liverpool, Manchester City, dan Chelsea. Sementara Leicester City, kalau bisa konsisten seperti awal musim ini, mereka bisa berstatus kuda hitam.

Liverpool sendiri musim ini sepertinya tengah didampingi Dewi Fortuna. Beberapa kali anak asuh Juergen Klopp meraih kemenangan dramatis. Teranyar, mereka mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1 setelah sempat tertinggal 0-1 hingga menit ke-87. Trezeguet menjebol gawang mereka di menit ke-21. Lalu, Andy Robertson menyamakan kedudukan di menit ke-87 sebelum Sadio Mane mencetak gol kemenangan di menit ke-94.

“Aku bisa membayangkan betapa buruknya perasaan Aston Villa karena dengan semua yang mereka lakukan hari ini mereka akan pantas mendapatkan sesuatu, tapi kadang-kadang memang begitu,” kata Pelatih Liverpool, Juergen Klopp menggambarkan keberuntungan anak asuhnya di situs resmi Liverpool.

Chelsea sementara itu sangat puas masih bisa bersaing di papan atas musim ini. Selain tak bisa membeli pemain akibat sanksi FIFA sehingga Manajer Chelsea, Frank Lampard yang harus menggunakan pemain muda juga memulai musim dengan buruk. “Para pemain bekerja keras,” tegasnya di Chelseafc.com usai kemenangan 2-1 atas Watford. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...