PD Pasar Ambisi Bersaing Bangun Minimarket

0 Komentar

Mini Market/FAJAR

FAJAR.CO,.ID, MAKASSAR— PD Pasar Makassar Raya berencana ikut bersaing di bisnis ritel. Membangun minimarket di tingkat rukun warga (RW) se-Kota Makassar.

Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Syafrullah mengaku tak sendiri mengembangkan minimarket tingkat RW itu. Dia mengaku mengajak masyarakat untuk turut berinvestasi dan mengembangkan bisnis ritel tersebut.

“Jadi warga sediakan tempat atau mart-nya. Nanti disuplai dari PD Pasar untuk bahan jualan seperti sembako dan lainnya,” paparnya, Minggu, 3 November.

Namun, PD Pasar belum dapat menjalankan rencananya itu dalam waktu dekat. PD Pasar masih mendorong perubahan status dari perusahaan daerah menjadi perseroan daerah.

Syafrullah menilai perubahan tersebut akan punya dampak besar untuk mendorong kinerja dalam meningkatkan pendapatan asli daerah atau PAD.

Dari sisi kajian bisnis, kata dia, ada berbagai keuntungan yang bisa diperoleh jika PD Pasar berubah status. Terutama kebebasan dalam melakukan inovasi dan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Pada dasarnya menjadi Perseroda akan jadi lebih mandiri dalam pengeloaan keuangan. Di sisi lain juga membuka kesempatan besar untuk lebih agresif dan inovatif menggarap bisnis,” ungkap Syafrullah, Minggu, 3 November.

Selama ini menurut dia, dengan aset yang mencapai triliunan, pendapatan atau hasil yang didapatkan PD Pasar masih jauh dari yang seharusnya. Ke depan perlu ada inovasi dalam pengeloaan aset untuk dapat menghasilkan pendapatan yang optimal.

“Naskah akademik sudah masuk ke dewan. Kami berharap bisa segera dibahas atau menjadi prioritas pembahasan,” imbuhnya.

Anggota Komisi B DPRD Makassar, Hasanuddin Leo mengatakan, sejauh ini memang belum ada regulasi untuk perubahan status PD Pasar Makassar Raya menjadi Perseroda. Pembahasan terkait perubahan akan menjadi prioritas pembahasan di DPRD.

PESTA KULINER. Pengunjung menikmati ragam kuliner yang terbagi tiga zona di Pucuk Coolinary Festival yang berlangsung di pelataran parkir Phinisi Point (Pipo) Mall, Minggu, 3 November. Zona kuliner pedas paling ramai dikunjungi.

“Ini akan menjadi prioritas Program Legislasi Daerah (Prolegda) tahun 2020,” jelasnya.

Perubahan status menjadi Perseroda, kata dia, harus melalui kajian atau berdasarkan kajian akademi. Tujuannya untuk bisa memberikan gambaran tepat atau tidaknya jika ingin menjadi Perseroda.

“Harus dilihat secara utuh. Apa keuntungan dan kekurangan jika menjari Perseroda dan bukan Perusahaan Umum Daerah seperti PDAM,” imbuhnya.

Perubahan bentuk BUMD sendiri mengacu kepada PP 54/2017 tentang BUMD. Dalam PP tersebut secara tegas menjelaskan Perumda kepemilikan hanya satu orang yakni pemda. Sementara Perseroda sahamnya dibagi atau dimiliki lebih dari satu orang. (lis/rif)

Penulis : MUCHLIS ABDUH
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...