Pemerintah Siapkan Rp3,2 Miliar untuk Penyapu Jalan

0 Komentar

Petugas kebersihan/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Mobil penyapu jalan bakal bertambah. Pemkot Makassar mengalokasikan anggaran Rp3,2 miliar untuk pengadaan satu unit mobil penyapu jalan.

Kelak, pengoperasiannya di jalan-jalan protokol. Dinas Lingkungan Hidup Makassar yang mengoperasikannya.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Kota Makassar, proyek pengadaan mobil penyapu jalan ini dimenangkan oleh perusahaan PT Cemaco Makmur Corporatama. Perusahaan asal Semarang, Jawa Tengah, dengan nilai Rp3,2 miliar.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Andi Iskandar mengatakan, pengadaan mobil penyapu jalan merupakan program Bagian Perlengkapan. Pihaknya hanya penerima dan pengguna.

“Tapi memang dulu waktu kadis sebelumnya, sempat ada info usulan mobil penyapu jalan. Kami tentu sambut baik sebab bisa memaksimalkan lagi upaya untuk menata kebersihan kota,” ungkap Iskandar, Minggu, 3 November 2019.

Mobil penyapu jalan milik pemkot saat ini baru empat unit. Alat itu tersebar di dua kecamatan yakni Kecamatan Ujung Pandang dan Panakkukang.

“Ini satu unit mobilnya dengan tipe besar. Sudah ada pemenang dan barangnya sementara kita tunggu,” jelasnya.

Iskandar melanjutkan mobil tersebut sudah dalam proses untuk dikirim ke Makassar. Nantinya mobil akan dipakai untuk membersihkan jalan-jalan protokol.

“Kita rencana pakai untuk bersihkan jalan di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani dan di Jalan AP Pettarani,” bebernya.

Kepala Bagian Perlengkapan Kota Makassar, Haidil Adha mengatakan, tahun ini tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk pembelian mobil penyapu jalan tipe kecil seperti yang ada di kecamatan saat ini.

Arus kendaraan di Jl AP Pettarani padat merayap Minggu, 3 November. TAWAKKAL/FAJAR

“Tahun ini cuma satu mobil penyapu sampah yang kita beli, itu yang ukuran besar. Kalau yang kecil seperti di kecamatan itu tidak ada tahun ini,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui, pemkot sejauh ini baru memiliki mobil penyapu jalan tipe kecil, sehingga dibutuhkan mobil dengan tipe yang lebih besar.

“Dibutuhkan yang lebih besar untuk menjangkau jalan-jalan protokol yang panjang. Rencananya mobil itu nanti akan dioperasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup,” tuturnya. (abd/rif)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...