Solar Langka, Sopir Pilih Nginap di SPBU

0 Komentar

Solar Langka, Sopir Pilih Nginap di SPBU

FAJAR.CO.ID,MAROS — Kelangkaan solar bersubsidi juga terjadi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Maros.

Bahkan kondisi ini sudah terjadi selama hampir dua pekan. Akibatnya sebagian besar sopir memilih meninggalkan kendaraannya di SPBU.

Kondisi ini disebabkan adanya pengurangan jatah. Misalnya disalah satu SPBU yang biasanya mendapatkan jatah 24 kilo liter (KL) per harinya, namun saat ini kadang hanya mendapatkan 16 kilo liter saja.

“Kondisi ini memang sudah terjadi sekitar seminggu terakhir. Biasanya kita per hari dapat jatah 24 KL. Sekarang ya kadang 16 KL per hari kadang juga 24 KL,” kata Pengawas SPBU Ballu Ballu di Kelurahan Bontoa Kecamatan Mandai Senin, 4 November.

Akibat kelangkaan ini, lanjutnya, omzet pendapatannya pun mengalami penurunan sampai 20 persen.

Tak hanya itu kata dia, penyebab lain terjadinya kekosongan stok disebabkan transportasi yang mengangkut BBM lambat sehingga banyak sopir truk yang mengantre.

“Banyak sopir truk datang kesini mengaantre karena katanya tidak dapat di daerah bawah,” katanya.

Seperti halnya yang terjadi hari ini, di SPBU itu, sejak pagi solar subsidi belum masuk lagi.

Dia berharap pengantaran yang dilakukan dari pelabuhan ke depo bisa lebih cepat agar tak terjadi kelangkaan.

“Kalau bisa pengantaran dari pelabuhan bisa lebih cepat. Karena antrean sudah terjadi sejak 25 Oktober,” jelasnya.

Salah seorang sopir, Akmal mengaku sengaja datang ke Kota Maros dari arah Mallawa untuk mencari solar.

“Sudah dua minggu solar sulit ditemukan di SPBU-SPBU sehingga terpaksa menginap di sini (SPBU Ballu ballu, red) sehari karena kita dapat info kalau mau datang solar sebentar,” akunya.

Sama halnya dengan Akmal, sopir truk lainnya, Rahman mengaku, terpaksa beberapa kali bermalam di SPBU untuk menunggu solar masuk, karena tidak ada pilihan lain.

“Saya sudah bermalam di sini (SPBU Butta Toa,red) karena sampai sekarang belum ada masuk solar,” katanya.

Ia pun mengaku harus merugi karena perjalanan yang biasanya mereka tempuh hanya sehari, bisa sampai dua hari selama kelangkaan solar terjadi.

“Yah jelas rugi, karena harusnyanya kan biasanya hanya sehari perjalanan saja, tapi sekarang malah perjalanan sampai dua hari sejak solar langka. Tidak tahu juga kenapa, karena ini kayaknya sudah sebulan langka begini,” akunya. (Rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...