Infografis

Subsidi Tol Laut Dikuasai Segelintir Pengusaha

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Subsidi tol laut masih jadi prioritas pemerintah. Tahun depan, anggaran subsidi dikucurkan sebanyak Rp436 miliar.

Anggaran subsidi tersebut jauh besar dari tahun lalu sebesar Rp222 miliar. Namun anggaran tersebut hanya dinikmati oknum pengusaha. Monopoli tol laut dikeluhkan, terutama trayek di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Sekretaris Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sulsel, Usman Amin mengatakan, tol laut dikuasai distributor tertentu. Khususnya pihak yang punya kerja sama dengan staf Kementerian Perdagangan. “Ribetlah urusannya, izin penggunaan harus ke kementerian. Makanya ada yang bermain,” ujar Usman, Minggu, 3 November 2019.

Permainannya kata dia, untuk mengelabui distributor menggunakan nama-nama berbeda. Tetapi tetap orang sama yang booking.

Bahkan kata dia, jarang ekspedisi di Makassar yang kenal tol laut. Termasuk kantor dan bagaimana cara booking.

Akibatanya kata dia, terkesan yang dilayani diutamakan orang-orang tertentu. “Untuk pakai kontainer tol laut kurang yang pahami. Jadwal dan rutenya juga tidak jelas,” katanya.

Sehingga kata dia, memang sangat penting ada regulasi untuk menghalau praktek-praktek monopoli tersebut. Sehingga pengusaha bisa menikmati pelayanan yang sama.

Direktur Lalu Lintas dan Angkatan Laut Kemenhub Wisnu Handoko, mengatakan anggaran itu bertambah seiring dengan penambahan trayek tol laut tahun depan. “Untuk subsidi tol laut tahun 2020 itu Rp436 miliar,” ujarnya.

Dia juga mengakui tol laut belum memberikan hasil maksimal.

Namun bukan berarti tidak ada dampaknya. Wisnu mengatakan, masalahnya ada pada shipper dan jasa pengurusan.

Kemudian, consignee (importir) dan perusahaan pelayaran harus diawasi.

“Paling banyak masalah di wilayah Timur Indonesia, pengiriman barang sangat padat,” bebernya. (*)

Penulis : Muhlis Majid dan Takdir Ridwan

Comment

Loading...