Bunuh Bos Lalu Jasad Dibakar di Hutan Pinus, Pelaku Diganjar Mati

FAJAR.CO.ID, MOJOKERTO– Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto kembali menjatuhkan hukuman setimpal terhadap terdakwa kasus pembunuhan.

Senin (4/11), mejalis hakim memvonis hukuman mati terhadap Priono alias Yoyok bin Jupri, 38. Priono merupakan satu dari dua terdakwa kasus pembunuhan juragan atau bos rongsokan, Eko Yuswanto, 32, warga Dusun Tumenggung, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Sedangkan, terdakwa dua, Dantok Narianto alias Gundul bin Dodik Narianto, 36, dijatuhi hukuman selama 20 tahun penjara. Warga asal Dusun Dimoro, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri ini, terbukti membantu Priono saat mengeksekusi pembunuhan berencana Eko Yuswanto.

Isteri almarhum Eko Yuswanto, Laili Fitria, mengaku puas atas hukuman mati bagi pembunuh suaminya tersebut.

Untuk menghilangkan jejak pembunuhan, jasad korban juga dibuang dan dibakar di kawasan hutan kayu putih Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, pada Minggu (12/5).

Ketua Majelis Hakim Joko Waluyo, SH, mengungkapkan, kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Para terdakwa, lanjut Joko Waluyo, juga bersama-sama berniat menghilangkan jenazah korban, dengan maksud untuk menyembuyikan tewasnya korban. Sehingga, keduanya laik diganjar dengan hukuman mati dan penjatuhan vonis selama 20 tahun penjara.

’’Oleh karena itu, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa satu, Priono alias Yoyok bin Jupri dengan pidana mati. Dan, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dua, Dantok Narianto alias Gundul bin Dodik Narianto, dengan pidana penjara selama 20 tahun, dikurangi masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dua,” ungkap Joko Waluyo membacakan amar putusan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...