Kemah Alam FPPAI Sulsel, Edukasi Peserta Soal Dampak Kebakaran Hutan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, GOWA– Dinginnya malam di kaki Gunung Bawakaraeng tidak menjadi penghalang bagi penggiat alam berdiskusi, bahkan kebersamaan di antara mereka, menjadi penghangat, Sabtu (2/11/2019 ) malam lalu.

Diskusi potensi kerusakan dan dampak kebakaran hutan pada Kemah Alam III menghadirkan Kepala Manggala Agni Balai PPIKHL Wilayah Sulawesi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daops Gowa, Ishak Andi Kunna.

Diskusi tersebut digelar Forum Persaudaraan Penggiat Alam Indonesia (FPPAI) Sulsel di kawasan hutan pinus di Lingkungan Lembanna, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Gowa.

Antusias peserta menyimak dan bertanya tentang dampak kebakaran hutan terlihat. Sejumlah pertanyaan pun mewarnai diskusi. Pada kesempatan tersebut, Ishak menjelaskan penyebab kebakaran dan dampaknya bagi ekosistem alam.

Menurutnya, manusia mempunyai peranan penting dalam kebakaran hutan. Bahkan 99 persen disebabkan ulah manusia, sisanya disebabkan unsur alam. “Ulah manusia karena faktor disengaja atau tidak disegaja atau lalai,” tegasnya.

Dia menjelaskan, kebakaran hutan setiap tahun terjadi. Berbeda dengan di Sulsel, di Kalimantan dan Sumatera lahannya bergambut.

Pembukan lahan gambut, bebernya, dilakukan dengan pembakaran dan dampaknya sangat besar. “Salah satunya asap “bebernya.

Dia menambahkan, kebakaran hutan sepekan lalu juga terjadi di sejumlah titik di Gunung Bawakaraeng. Diduga, bebernya, kebakaran disebabkan karena kelalaian manusia.

Ketua FPPAI Sulsel, Muh Anwar menjelaskan, tak hanya sekadar menggelar kemah alam, selain berbagai kegiatan digelar, diskusi terkait peeistiwa kekinian diangkat dalam kemah alam, seperti kebakaran hutan. “Ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta kemah alam, terkait dampak kebakaran hutan tersebut,”bebernya.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian ulang tahun FPPAI yang ke-3 tahun sekaligus program tahunan organisisasi yang berdiri 21 November 2016 silam ini.

Berbagai penggiat alam hadir dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel, antara lain Kabupaten Pinrang, Bone, Bulukumba, Pare-pare, Soppeng, Sinjai, Jeneponto, Makassar, Takalar, dan Gowa. (eds)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...