Pilwalkot Makassar, Ini 6 Calon yang Dianggap Serius Golkar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tahapan Pilwalkot Makassar kembali hangat. Dua figur yang sempat bersaing sebelumnya, kembali akan maju.

Keduanya, Moh Ramdhan Pomanto alias Danny dan Munafri Arifuddin alias Appi. Tim penjaringan Golkar Makassar telah mengirim nama keduanya bersama 13 nama lain ke DPD I Golkar Sulsel.

Hanya enam figur yang dianggap serius dari 15 nama yang dikirim itu. Danny dan Appi merupakan dua di antara keenam itu yang dianggap serius untuk maju pada Pilwalkot 2020. Termasuk Sukriansyah S Latief alias Uq (Uki).

Kita sudah wawancara lima orang, tersisa satu orang yaitu Pak Uq. Nanti wawancaranya pada hari Rabu. Analisa saya untuk Makassar memang maksimal empat calon,” kata Ketua Bappilu DPD I Golkar Sulsel, Kadir Halid, kemarin.

Selain Danny, Appi, dan Uq, tiga nama lain yakni Syamsu Rizal, Haris Yasin Limpo, dan Irman Yasin Limpo. “Indikator serius dan tidak seriusnya itu karena mereka mengembalikan berkasnya, karena ada memang yang tidak selesai berkasnya. Tentu saja juga kesiapannya untuk hadir di sini juga sebagai bentuk keseriusan,” ungkap kadir.

Dari 15 nama yang mendaftar di DPD II Golkar Makassar, memang yang membangun komunikasi dengan DPD I atau tim sembilan, hanya enam nama tersebut.

“Kalau yang lain ada yang tidak ada kabar. Ada juga yang saya dengar mau maju independen, tentu tidak ada masalah bagi kami. Kita fokus saja sama yang memang serius,” tutup Kadir.

Hanya Seremoni

Para kandidat yang berebut kursi Wali Kota Makassar sudah mengerucut ke sejumlah nama. Tetapi pergerakannya selama ini masih dianggap sebatas seremonial.

Hal itu dikemukakan oleh akademisi Unhas, Hasrullah. Menurut dia, nama-nama santer kuat maju bahkan sudah melewati proses pendaftaran belum ada yang luar biasa.“Belum ada yang luar biasa, semua yang muncul sebatas seremonial saja,” katanya.

“Jangan kemudian hanya berdasar keinginan. Semua orang juga bisa jika seperti itu,” tambahnya lagi.

Bukan tanpa dasar, menurut dia. Pemimpin Kota Makassar harus memiliki kualitas. “Paling tidak bisa sejajar kemampuannya dengan gubernur, sekarang ini menurut saya masih semu,” ungkapnya.

Meski begitu, ia mengakui nama-nama yang akan maju sekarang ini sudah sangat populer. Artinya sudah dikenal oleh masyarakat. Tetapi, itu bukan suatu jaminan.

“Sekadar populer saya kira tidak optimal, kita butuh kerja nyata yang tidak sekadar omongan belaka,” jelasnya.

Pengamat politik Unhas, Adi Suryadi Culla mengatakan tensi pilwalkot Makassar relatif masih dingin. Kata dia, peta politik memang belum bisa terbaca karena tiket usungan parpol belum ada jaminan ke kandidat tertentu. Kendati demikian angin persaingan mulai kencang.

“Jadi komunikasi antar kandidat masih sangat cair. Masih terus membuka penjajakan. Parpol kan masih sementara penjaringan,” bebernya.

Adi Suryadi menambahkan kondisi ini juga dipengaruhi karena mekanisme partai untuk penentuan usungan ada di DPP masing-masing partai. Sementara beberapa partai besar masih akan melakukan Munas di tingkat nasional.

“Ini berpengaruh ke konstelasi daerah. Seperti Golkar, Nasdem akan Munas. Ini tentu berpengaruh. Rekomendasi kan diteken Ketua Umum yang terpilih nanti. Jadi peta koalisi parpol memang masih samar,” tuturnya.

Proses penjaringan bakal calon, juga dianggap banyak figur yang memanfaatkan hal itu, sebagai momentum untuk kepentingan ketenaran.
Sejauh ini, hampir seluruh partai yang memiliki kursi di DPRD sudah melakukan proses penjaringan bakal calon, sedikitnya ada 20 lebih nama yang muncul dalam penjaringan itu.

Penjaringan tidak hanya diramaikan oleh politisi, atau wajah wajah figur lama, namun sejumlah pendatang baru juga meramaikan. Baik dari kalangan pengusaha, pengacara, dokter, dan akademisi. (bay-taq-fik/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...