Ungkap Warung Diduga Sarang Prostitusi, Warga Mengaku Dipojokkan Pemerintah Desa

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAROS — Keberadaan warung remang-remang diduga tempat prostitusi di Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, jadi perbincangan hangat warganet dalam dua hari terakhir.

Adalah unggahan akun bernama Rios yang pertama mengungkap itu. Dia mengaku meneruskan kegelisahan masyarakat melihat aktivitas di warung itu. Setiap malam ramai, ada lima kamar yang tertutup, miras dijual bebas, dan sudah ada warga yang mengadu rumah tangganya hancur gara-gara suaminya sering ke warung itu.

Anehnya, Syamsul Basri, nama asli Rios, justru kemudian merasa terpojok. Pasalnya, ia mendapat surat panggilan dari kepala desanya dan ingin dihadap-hadapkan dengan pemilik warung.

“Harusnya kan pemerintah fokus investigasi itu warung. Apalagi sudah jadi bahan pembicaraan di masyarakat,” ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (5/11/2019).

Syamsul pun merasa terintimidasi dengan pernyataan beberapa oknum, termasuk ASN, di media sosial.

“Makanya saya tidak hadiri panggilan itu. Tak elok rasanya datang jika sudah ada ciri-ciri keberpihakan,” imbuhnya.

Syamsul memilih ke Kota Maros untuk meminta perlindungan hukum di aparat Polres Maros. Jelang sore, dia mendatangi kantor DPRD Maros. Dia diterima Ketua Komisi I, Haeriah Rahman dan Wakil Ketua DPRD Maros, Fatmawati.

Syamsul diberi semangat dan dijanjikan bahwa aduannya akan segera diproses. “Kita juga siap fasilitasi jika memang dibutuhkan perlindungan saksi dan korban,” tutur Haeriah.

Syamsul pun mengaku siap buka-bukaan jika forumnya transparan dan terbuka, seperti di gedung dewan.

“Niat kami baik. Tidak ingin kampung jadi sarang maksiat. Kok seperti dapat perlawanan dari pemerintah desa sendiri. Tetapi tak apa, mungkin ini jalan perjuangan saya,” imbuhnya. (rin-rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...