8 Gol, 2 Kartu Merah, 2 Penalti, 2 Bunuh Diri, Lampard: Hari yang Gila

0 Komentar

Frank Lampard merayakan gol anak asuhnya di Stamford Bridge / Mike Hewitt/Getty Images

FAJAR.CO.ID, LONDON—Manajer Chelsea menyebut laga timnya kontra Ajax yang berakhir imbang 4-4 menjadi pertandingan yang sangat gila. Menurutnya, hasil dan semua kejadian di lapangan sepanjang 90 menit sangat sulit dijelaskan.

“Hari ini adalah hari yang gila, tidak terlalu banyak yang bisa saya bandingkan. Saya menyukai semangat dan karakternya,” kata Manajer Chelsea, Frank Lampard usai pertandingan dikutip dari situs resmi UEFA.

Lampard menjelaskan, pertandingan ini benar-benar menghibur. Dan ia mengklaim itu sebagai tontonan hebat. “Saya tidak bisa menjelaskan permainan. Untuk semua hal yang mungkin kami analisis kembali, kegilaan permainan, kami di sini untuk hiburan, saya kira dan siapa pun yang menonton itu harus mengatakan permainan sepakbola yang seperti apa. Hormati Ajax, tontonan yang luar biasa,” ujarnya.

Untuk hasil ini, perasaan Lampard campur aduk. “Saya merasa di babak pertama bahwa beberapa kali kami kebobolan adalah campuran kecerobohan dan nasib buruk. Saya merasa kami selalu di dalamnya. Kami mungkin agak kecewa tidak memenangkan sepuluh menit terakhir,” tandasnya.

Dalam laga yang berlangsung Rabu, 06 November, yang berakhir subuh Wita, Ajax mencetak gol cepat. Diawali tendangan bebas, Tammy Abraham yang bermaksud menghalau bola malah menjebol gawang sendiri di menit ke-2.

Namun, Chelsea yang di pertandingan pertama menang 1-0 di Amsterdam mampu merespons dengan cepat. Pada menit ke-5, mereka mampu menyamakan kedudukan lewat penalti Jorginho. Wasit menunjuk titik putih setelah Joel Veltman melanggar Christian Pulisic.

Akan tetapi, lagi-lagi melalui lewat skema tendangan bebas, Chelsea kembali tertinggal di menit ke-20. Lepas dari pengawalan, Quincy Promes mampu menanduk bola umpan Hakim Ziyech di tiang jauh yang tidak bisa diantisipasi kiper Kepa Arrizabalaga yang sudah mati langka.

Chelsea kembali mencoba merespons. Tapi, freekick benar-benar menjadi mimpi buruk mereka. Di menit ke-35, Kepa Arrizabalaga yang salah mengantisipasi tendangan bebas dari sisi kanan menjebol gawangnya sendiri. Bola yang mengenai tiang memantul dan mengenai kepalanya sebelum bergulir masuk ke dalam gawang. Skor 3-1 ini bertahan hingga turun minum.

Kembali dari ruang ganti, Chelsea langsung menekan pertahanan Ajax. Di menit ke-47, mereka pun mendapat peluang memperkecil ketertinggalan ketika Kurt Zouma yang naik membantu serangan bisa menembus kotak penalti. Sayang, tembakannya melenceng di atas mistar gawang.

Di menit ke-51 dan 52, giliran Tammy Abraham yang mendapat peluang bagus ketika menerima bola di kotak penalti. Akan tetapi, sundulan dan tendangan kaki kanannya mampu diamankan kiper Ajax, Andre Onana.

Melewatkan tiga peluang emas, Chelsea akhirnya dihukum. Pada menit ke-55, Donny van de Beek berhasil mencetak gol keempat timnya. Diawali serangan balik, Hakim Ziyech mengirim umpan ke kotak penalti dimana De Beek tak terkawal dan dengan mudah menaklukkan Kepa.

Tertinggal tiga gol, Chelsea tak menyerah. Di menit ke-63, mereka pun bisa mencetak gol melalui kapten tim, Cesar Azpilicueta. Bek asal Spanyol itu mencatatkan namanya di papan skor usai meneruskan bola hasil tendangan Tammy Abraham.

Petaka menghampiri Ajax ketika di menit ke-68, Daley Blind dan Joel Veltman mendapat kartu kuning kedua mereka. Blind menerima kartu kuning usai melakukan dua pelanggaran beruntun. Sementara Joel Veltman mendapat kartu akibat menahan bola dengan tangannya di kotak penalti.

Dua kartu merah dan penalti. Jorginho yang maju sebagai algojo dengan mudah menaklukkan Onana untuk mengubah skor menjadi 4-3 di menit ke-71. Tendangannya ke sisi kiri, lagi-lagi berhasil mengecoh sang penjaga gawang.

Unggul dua pemain, Chelsea langsung mengurung pertahanan Ajax. Dan di menit ke-74, pemain pengganti, Reece James mampu menyamakan kedudukan setelah memaksimalkan bola sundulan Kurt Zouma yang mengenai mistar gawang.

Chelsea bahkan bisa membalikkan keadaan di menit ke-78 ketika Cesar Azpilicueta lagi-lagi mampu mencetak gol. Sayang, gol yang sempat dirayakan pemain Chelsea itu dianulir wasit Gianluca Rocchi setelah ada intervensi VAR. Dalam rekaman VAR, bola terlihat mengenai tangan Abraham sebelum sang kapten mencetak gol.

Terus tertekan, Ajax yang bermain dengan sembilan pemain mendapat kans kembali untuk unggul di menit ke-85. Bermula dari serangan balik, pemain pengganti Edson Alvarez mampu mendapat bola di depan kotak penalti. Beruntung bagi Chelsea, Kepa mampu menepis tendangan Alvarez.

Chelsea mestinya bisa benar-benar berbalik unggul di menit ke-89 saat pemain pengganti Michy Batshuayi mendapat peluang emas di mulut gawang. Namun, tembakan keras kaki kirinya bisa ditangkap Onana meski jaraknya begitu dekat. Skor 4-4 pun menjadi hasil akhir. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...