Fakta-fakta di Balik Rumah Bersepuh “Emas” di Palu

0 Komentar

YARDIN/PALU EKSPRES RUMAH WAH. Rumah milik Hasyim Hadado di Jalan Anoa, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Bentuknya mirip bangunan dalam cerita buku dongeng. Istana Aladin.

Laporan: YARDIN (paluekspres)

FAJAR.CO.ID, PALU — Matahari sore menyengat di balik dedaunan jati putih. Namun, cahayanya tak mampu mengalahkan kilauan kuning emas di setiap inci dinding bangunan ini.

Itulah rumah kediaman H. Hasyim Hadado (59) dan istrinya dr Anita Bugiswati Nurdin. Hasyim adalah salah seorang pengusaha di Kota Palu yang dekat dengan mantan Wapres Jusuf Kalla.

Istrinya, dr Anita, adalah pensiunan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala yang merupakan kakak kandung Abdee Negara, gitaris Slank. Bagi pengagum cerita khayalan, sebagian fantasi mereka mungkin akan terpenuhi saat melihat struktur rumah ini.

Langit sore tampak memerah. Siluet cahaya jatuh menerpa atap rumah. Kumandang salawat dari menara masjid terdengar lamat-lamat. Perlahan sunset meredup. Digantikan kilau lampu yang berpendar.

Kusam kabut langit sore tak mampu menghapus keindahan tata cahaya lampu yang memancar dari deretan bohlam antik. Rumah ini terletak di Jalan Anoa, Kelurahan Tatura Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Untuk mengakses ke rumah berukuran setengah lapangan sepakbola ini, tamu tidak bisa masuk dari pintu depan. Jarak antara pintu pagar dengan aspal jalan, hanya beberapa meter. Mobil tamu harus mengitari halaman seluas 5.600 meter tersebut dan masuk melalui pintu belakang.

Di sana terhampar halaman yang luas yang mampu menampung puluhan kendaraan roda empat. Turun dari kendaraan, tamu langsung disuguhi bangunan mewah dengan pilar-pilar menjulang yang tak hanya mengesankan kemewahan, namun juga anggun dan kokoh.

Bangunan ini –seperti yang diungkap sang pemilik– belum sepenuhnya rampung. Mulai dibangun pada 2005, lalu ditinggali pada 2015. Hingga saat ini pun bangunan belum benar-benar rampung.

Di bagian atap dan samping kiri kanan masih berberdiri kerangka skafolding. Saban hari para buruh bangunan yang umumnya didatangkan dari Pulau Jawa terus merampungkan bangunan di lantai dua.

Walau demikian, tak menghilangkan kesan mewah bangunan yang menurut beberapa sumber biaya pembangunannya sudah mendekati Rp100 miliar itu.
Hasyim sendiri mengelak saat ditanya anggaran yang sudah dihabiskan untuk istananya itu.

Saat ini akses utama masih menggunakan pintu belakang. Saat masuk, tamu langsung disuguhi dinding-dinding kokoh di kanan kiri dengan dominasi warna kuning mengilap.

Tamu harus menyusuri labirin sepanjang 15 meter untuk tiba di pintu berikutnya. Saat masuk, pandangan terantuk pada ruang makan yang besar plus meja makan oval yang bisa menampung 10 – 15 orang. Kursi-kursi mewah berukir mengitari meja kayu panjang itu.

Di sinilah Hasyim dan Anita bersama anak-anak dan cucunya menikmati makan keluarga. Tepat di atas meja, menjuntai lampu hias superbesar. Ratusan kristal menempel bersama bohlam mungil membuat suasana ruang makan itu mirip interior bangunan di film-film Aladin.

Tak jauh dari meja makan, berdiri tangga naik selebar 1,5 meter. Inilah akses utama menuju lantai dua, tempat kamar tidur utama, Hasyim dan istrinya. Bisa dibayangkan bagaimana mewahnya kamar tidur, bath-up, kaca rias dan ornamen di kamar utama ini.

Dari kesaksian beberapa orang, semua material di dalam kamar tidur hingga bak mandi, didatangkan dari luar negeri alias impor. Marmernya dari Italia, karpet dari Iran, dan termasuk bath up juga dari luar negeri.

Di lantai dasar dan lantai dua, terdapat enam unit jam dinding merek Rolex yang harganya puluhan juta per unit.

Agak susah mendapatkan informasi detail soal rumah ini. Hasyim lebih banyak tersenyum saat ditanya. Anak-anaknya juga enggan berbagi cerita soal kemewahan rumah yang sempat viral di media sosial ini.

Anaknya, Moh Nendra bahkan menyebut itu bukan rumahnya. Melainkan rumah ayahnya. “Jangan tanya saya, itu bukan rumah saya. Itu rumah papa,” katanya menghindar.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...