Hidup Andalkan Pantulan Cahaya Tetangga

Kudus hidup dari pantulan cahaya rumah tetangga.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kudus warga Jakarta yang tak bisa menikmati aliran listirk di rumah sejak 2009. Dia hanya hidup dari pantulan cahaya rumah tetangga.

Kudus menceritakan, rumah yang ditinggali merupakan warisan orang tuanya. Rumah ini, ujarnya, sebenarnya dipasangi listrik. Namun, pada 2009 aliran listrik terpaksa diputus karena menunggak pembayaran selama empat bulan.

Kudus tidak mampu membayar listrik sejak dia sudah tidak bekerja lagi sebagai cleaning service. Sejak itu, dia beraktivitas dalam ruangan dengan pantulan cahaya listrik tetangga.

Saya hidup dari pantulan cahaya tetangga,” ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Kudus pantang mengemis atau meminta belas kasihan pada tetangga. Terkadang dia mengamen bermodalkan tepukan tangan, selain itu, dia juga mengumpulkan botol minuman plastik kemudian dijual ke pengepul. Satu hari rata-rata mendapatkan Rp10-15 ribu.

“Yang penting untuk makan itu sudah cukup,” katanya. (*/jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi


Comment

Loading...