Ini Dia Profesor Kedua PNUP, Teliti Modifikasi Clarke

0 Komentar

Dosen Teknik Mesin, Makmur Saini dikukuhkan sebagai profesor atau guru besar di aula Lantai 3 Kampus I PNUP, Selasa, 5 November 2019.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-– Guru besar Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) bertambah. Dosen Teknik Mesin, Makmur Saini dikukuhkan sebagai profesor atau guru besar di aula Lantai 3 Kampus I PNUP, Selasa, 5 November 2019.

Modifikasi transformasi Clarke untuk mendeteksi dan mengklasifikasi gangguan pada jaringan transmisi berdasarkan transformasi wavelet dan Jjaringan syaraf tiruan membawanya menjadi profesor kedua di PNUP.

Makmur Saini memaparkan, saluran transmisi memainkan peran penting dalam perlindungan sistem. Kerusakan harus diprediksi sebelumnya sebagai bentuk pencegahan.

“Kerusakan ini dapat disebabkan oleh petir, salju, pohon, dan kerusakan isolasi. Jika kerusakan tersebar luas, itu akan mempengaruhi sistem lain, seperti penurunan stabilitas daya, kerusakan peralatan karena aliran arus berlebih, ketidakseimbangan arus fasa, penurunan tegangan, dan perubahan frekuensi,” jelasnya di hadapan segenap dosen dan tenaga kependidikan PNUP, mitra kerja, tamu undangan dan keluarganya.

Penelitiannya membandingkan teknik yang menggunakan kombinasi transformasi wavelet diskrit dan jaringan saraf tiruan berasaskan dengan modifikasi transformasi Clarke dan tanpa transformasi Clarke untuk mendeteksi gangguan pada saluran transmisi.

“Jika menggunakan modifikasi transformasi Clarke diperoleh mean square error (MSE) dan mean absolute error (MAE) yang lebih kecil, dibandingkan dengan tanpa transformasi Clarke. Ada empat metode statistik yang digunakan untuk menentukan keakuratan deteksi dan klasifikasi gangguan,” urainya.

Direktur PNUP, Prof Muhammad Anshar berharap, dengan penambahan guru besar di PNUP akan semakin memicu munculnya riset-riset yang mampu membawa perubahan secara signifikan. Lebih dari itu, mampu mengantar PNUP menuju Research Polytechnic dengan berbagai Pusat Unggulan Teknologi & Inovasi yang dapat memberi manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat dan industri.

“Menjadi profesor tentunya menjadi kebanggaan sekaligus sebagai tantangan tersendiri. Pangkat akademik tertinggi ini tentunya harus disertai dengan dengan tanggung jawab yang semakin besar pula karena harus menunjukkan kontibusi yang nyata bagi khalayak luas,” pesannya. (sul/rif)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...